Prahara Persatuan Artis Film Indonesia

Agustinus Shindu Alpito    •    29 Agustus 2016 17:22 WIB
parfi
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
(Foto:Antara/Teresia May)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Di tengah suasana kongres pemilihan ketua umum yang diselenggarakan di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Agustus 2016, Gatot Brajamusti yang dalam kongres diputuskan menjadi Ketua Umum justru berulah.

Gatot ditangkap polisi pada Minggu, 28 Agustus 2016, di sebuah hotel di Mataram, sedang berpesta sabu.

Sejenak mengenal PARFI lebih dalam, kelompok profesi itu berdiri sejak 1956. Pendirinya tidak main-main, salah satunya Usmar Ismail, tokoh sinema yang dijuluki "Bapak Perfilman Indonesia." Melihat dari awal terbentuknya, PARFI mengemban visi dan misi yang mulia. Namun, alih-alih memajukan perfilman, kabar tertangkapnya Gatot justru mencoreng wajah perfilman Indonesia.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, polemik atas tertangkapnya Gatot bermunculan. Sejumlah anggota PARFI lain segera menggelar jumpa pers di Jakarta, menentukan sikap.

"Kami berkumpul dan merencanakan sebuah kongres karena kami melihat PARFI sudah tidak berjalan pada relnya. Namanya saja Persatuan Artis Film Indonesia, isinya siapa? Nah, ini yang sudah salah kaprah bahwa dalam kongres kemarin dan kepengurusannya, artisnya hilang. Tidak pernah ada sosialisasi, sehingga anak-anak baru atau artis junior tidak mengerti. Kalau lagi syuting juga saya bertanya tentang PARFI pada enggak tahu. Miris" kata Ki Kusumo, dalam jumpa pers di kantor PARFI di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2016).

Dengan ditangkapnya Gatot dan belum dilaksanakannya pelantikan ketua umum terpilih, terjadi kekosongan di kursi ketua umum PARFI.

"Kalau bukan orang-orang PARFI yang merebut PARFI, lalu siapa? Kami sebagai generasi muda PARFI tidak hanya duduk diam diri, tidak hanya melamun cengar-cengir menangkap lalat. Waktunya kami kembali merebut rumah kita, mengambil PARFI. Mengembalikan kepada khitah yang sah. Oleh itu, saya mengimbau dan mengajak seluruh rekan-rekan senior, junior yang ada untuk duduk bareng. Ayo kita (perbaiki) PARFI, rumah kita adalah ini," ucap Ki Kusumo.

Selain Ki Kusumo, aktris senior Debby Cynthia Dewi, juga mengemukakan tekad untuk mengembalikan muruah PARFI.

"Mau dibawa ke mana PARFI ini? Kami cinta PARFI. Kami punya hak. Saya sendiri lelah, kami juga lelah. Kami benar-benar tidak ada yang mendanai. Semua karena kami tulus, ikhlas, dan semangat. Saya hanya membantu mengantar PARFI kepada anak-anak muda. Jangan tanya apa yang PARFI lakukan ke kalian, tetapi tanya apa yang kalian lakukan untuk organisasi ini," tukas Debby.

Kisruh PARFI bukan kali ini saja meledak, dalam keterangan pers dari PARFI yang diterima Metrotvnews.com sebelum kongres di Lombok, disebutkan bahwa sebelumnya terjadi sengketa kepengurusan dengan pengurus di periode sebelumnya.

Gatot sendiri mengaku sudah menjalankan program kerja PARFI dengan sangat baik. Bahkan, Gatot menggelar pengajian bulanan PARFI secara rutin, setiap tanggal 18.

"Malah sudah ada yang diberangkatkan umrah, baik pengurus atau pun anggota PARFI. Karena memang maju mundurnya PARFI itu ya tergantung akhlak dari orang-orangnya. Kalau akhlaknya baik ya tidak ada pemikiran buruk," kata Gatot dalam keterangan pers.
 


(DEV)