Menjaring Talenta Sineas Daerah, Pusbang Film Kemdikbud Gelar Lokakarya

Cecylia Rura    •    28 Februari 2018 15:25 WIB
filmfilm indonesia
Menjaring Talenta Sineas Daerah, Pusbang Film Kemdikbud Gelar Lokakarya
Ketua Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud), Maman Wijaya. (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Memantau perkembangan industri perfilman Indonesia menjadi bagian dari tugas Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Salah satunya, dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia dan menjaring talenta atau sineas muda dari berbagai daerah.

Ditemui Medcom.id di kawasan Kemang, Kepala Pusbang Film Maman Wijaya mengatakan, pada Maret mendatang akan diadakan workshop atau lokakarya khusus untuk para sineas selama 6 hari yaitu pada 15-20 Maret 2018 bertempat di Bogor, Jawa Barat.

Lokakarya ini diperuntukkan bagi semua kalangan yang memiliki minat khusus di bidang perfilman.

"Di bulan Maret, bulan film ini diselenggarakan 4 jenis workshop. Ada 200 peserta untuk 4 bidang. Ada editing, penulisan skenario, sesuai dengan yang diminati," kata Maman.

Lokakarya tersebut hanya akan diikuti 200 peserta. Nantinya, akan ada training need assessment atau pengukuran kebutuhan pelatihan yang dilakukan untuk menyeleksi calon sineas yang benar-benar membutuhkan pelatihan. Lokakarya tersebut juga mengundang beberapa stakeholder terkait dan menjaring peserta dari berbagai kalangan.

Pemilihan Bogor sebagai lokasi Lokakarya sekaligus untuk menghindari Jakarta sentris atau sineas yang hanya dari wilayah Jakarta saja, tetapi juga menjaring sineas di sekitar daerah, yang saat ini paling banyak masih menjangkau sekitar pulau Jawa.

"Tahun-tahun lalu diseleksi, misalnya yang mau dilatih cuma 200, tapi yang datang 500, berarti harus diseleksi. Yang terseleksi 200 itu kalau benar-benar berdasarkan nilai, ya antarpulau Jawa saja. Sehingga, kita afirmasi namanya. (Daerah) nilai-nilai yang kecil tapi punya potensi," lanjut Maman.

Pemilihan Bogor menjadi lokasi lokakarya juga sebagai lokasi praktik pelatihan. "Kalau di Jakarta, kayak di hotel (Lokakarya) susah."

Selain daerah Jawa, Maman mencontohkan ada beberapa daerah yang juga memiliki sineas berbakat. Seperti dari Aceh, Ambon dan Papua.

"Dari Aceh ada 2 orang. Kemudian dari Ambon, dari Papua juga ada tahun kemarin. Tahun sekarang afirmasi (penetapan/peneguhan) juga akan dilakukan. Maksudnya, pemerataan ke daerah. Kalau berdasarkan ranking nilai, yang menang tetap teman-teman dari Jawa. Satu ya, itu di peningkatan kompetensi," papar Maman.

Sebagai tujuan ekspansi atau pemerataan ke daerah agar tak selalu berada di kota-kota besar seperti Jakarta, akan diadakan juga apresiasi berupa festival atau pemutaran film di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).

"Misalnya Ambon, Papua, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara. Sampai Batam, juga Aceh. Pulau Nias juga terluar, NTB lalu NTT," kata Maman.

Untuk acara lokakarya yang akan digelar pada 15-20 Maret 2018, Maman belum bisa memastikan lokasi persisnya di Bogor dan detail teknisnya sebab masih dibuatkan kurikulum dan tengah dirundingkan bersama pihak terkait.


 


(ELG)