Berkaca dari Kasus VA, Deddy Corbuzier Paparkan Pergaulan Keras Para Artis

Cecylia Rura    •    08 Januari 2019 14:58 WIB
prostitusi artis
Berkaca dari Kasus VA, Deddy Corbuzier Paparkan Pergaulan Keras Para Artis
Deddy Corbuzier (Foto: Instagram)

Jakarta: Deddy Corbuzier berkomentar soal kasus prostitusi yang menjerat nama aktris VA. Kasus ini dianggap biasa sebab kerap terjadi di kalangan para artis.

Dia mencontohkan bagaimana pergaulan artis dalam lingkaran sosialita yang berpengaruh terhadap tuntutan gaya hidup.

"Kalau bicara tentang artis, tekanan hidup masyarakat ketika Anda bersosial apalagi menggunakan social media, apalagi temen Anda sosialita semua, itu brengsek semua," kata Deddy dalam video YouTube yang diunggah pada Minggu 6 Januari 2019.

Deddy berpendapat, media sosial menjadikan seseorang, tak hanya kalangan artis, berupaya agar disenangi oleh orang lain. Pertemanan berbasis eksistensi di mesia sosial dianggapnya sebagai racun terhadap diri sendiri.

"Itulah media sosial yang membuat kita seperti itu karena kita harus pamer. Itulah perkumpulan teman-teman yang tidak sehat karena kita harus pamer kita punya apa," kata Deddy.

Deddy bercerita, sempat dia membahas bagaimana artis mengenakan pakaian bermerk dari ujung kaki hingga kepala. Ini menjadi tolak ukur status sang artis.

"Kalau mereka sudah mulai tidak pakai (pakaian) branded, udah mulai, (cemooh) lo enggak punya job, enggak punya kerjaan, mulai enggak laku," papar Deddy.

Perlakuan ini menjadi doktrin bagi sang artis untuk tetap eksis memakai pakaian bermerk dengan segala cara, salah satunya melakukan kegiatan prostitusi.

Sebagai konklusi, mentalis berusia 42 tahun itu menyimpulkan tiga poin yang bisa menuntun seseorang dalam menentukan jejak masa depan.

"Pola pikir, habit, behaviour, kebiasaan kita menentukan masa depan kita," tuturnya.

Aktris VA ditangkap pihak kepolisian karena dugaan kasus prostitusi di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu, 5 Januari 2019. VA ditangkap bersama model berinisial AS. Setelah dilakukan pemeriksaan, VA dan AS berstatus saksi korban.

 


(ASA)