Angga Dwimas Sasongko Idamkan Pemimpin Tulus dan Progresif

Cecylia Rura    •    28 September 2018 07:00 WIB
angga dwimas sasongkoSeleb Bicara Pilpres 2019
Angga Dwimas Sasongko Idamkan Pemimpin Tulus dan Progresif
Angga Dwimas Sasongko. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sineas Angga Dwimas Sasongko memiliki kriteria sederhana untuk sosok pemimpin ideal. Kriteria itu tidak jauh-jauh dari yang tertulis pada kitab Undang-Undang Negara.

"Progresif, konstitusional misalnya, simpel. Undang-Undang kita, dasar negara kita jelas. Kita mengutamakan keadilan sosial, social justice. Itu saja dijalankan. Dan progresif, jauh ke depan. Kita membangun untuk masa depan enggak cuma untuk hari ini," kata Angga Sasongko kepada Medcom.id di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

"Orang yang kerja tulus. Ya, kerja saja, enggak usah narsis. Kalau kerja terus narsis, enggak tulus berarti kerjanya," imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa bulan ke depan Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi yakni pemilihan pemimpin presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendapatkan nomor urut. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'aruf Amin mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Jelang perhelatan pesta demokrasi, beredar juga kabar hoax di beranda media sosial yang sadar atau tidak disadari memprovokasi masyarakat. Angga Sasongko menilai, hal itu bisa berdampak baik karena membuat masyarakat melek literasi media sekaligus belajar berdemokrasi.

"Saya rasa dinamika dari sebuah masyarakat yang belajar berdemokrasi. Fenomena hoax enggak cuma terjadi di Indonesia tapi juga di berbagai negara. Tapi, buat saya sekarang yang penting adalah kesadaran kita untuk menjadi individu-individu yang paham. Ketika kita paham, kita punya tanggung jawab menyebarkan hal baik. Itu saja," kata CEO dan Founder dari rumah produksi Visinema Pictures itu.

"Di satu sisi, kalau kita mau mengharapkan peemrintah, misalnya pelajaran tentang literasi media harus dimulai dari dini. Kita enggak bisa tiba-tiba memberhentikan satu gelombang yang besar. Tapi kita mempunyai kesadaran sama-sama, kolektif memori," lanjutnya.

 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA