John Paul Ivan Disarankan Tak Tempuh Jalur Damai untuk Kasus Hoaks

Purba Wirastama    •    29 Mei 2018 10:39 WIB
seleb bicara politik
John Paul Ivan Disarankan Tak Tempuh Jalur Damai untuk Kasus Hoaks
John Paul Ivan (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Musisi John Paul Ivan mengaku dia merasa sangat dirugikan akibat pemberitaan palsu tentang lagu gerakan ganti presiden. Kendati situs web pribuminews.co.id telah memberi ralat, persepsi keliru dari sebagian pembaca telanjur terbentuk.

"Kalau dibilang rugi, ya saya rugi sekali. Ini dampaknya yang enggak enak," kata Ivan alias JPI saat ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta, Senin petang, 28 Mei 2018.

"Banyak perang opini di luar dan mindset orang – orang awam yang membaca beritanya mentah-mentah, menganggap ini lagu saya. Ini yang mentah-mentah. Walaupun ada sanggahan berita bahwa saya bukan (penciptanya), cuma 'Ohh'," lanjutnya.

Pada 19 Mei 2018, situs pribuminews.co.id memuat artikel berjudul "Jhon Paul Ivan Ciptakan #2019GantiPresiden Begitu Syahdu dan Meninju". Isinya menyebut bahwa JPI menciptakan dan menyanyikan lagu itu, yang belakangan diralat sebagai lagu ciptaan Jhon Sang Alang.

JPI membantah bahwa dia terlibat dalam pengerjaan lagu yang musiknya mirip Better Man dari Robbie Williams ini. Bersama kuasa hukum Angga JS, JPI telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri pada Selasa, 22 Mei. Hingga hari ini, mereka masih menunggu panggilan lebih lanjut dari penyidik.

Sejumlah rekan musisi dan non-musisi memberi dukungan bagi JPI untuk menuntaskan kasus hingga memberi efek jera bagi praktik pemberitaan hoaks. Bertumpu pada kasus ini, mereka hendak berkonsolidasi untuk membentuk serikat seniman yang bisa diandalkan untuk melindungi musisi.

Pri Ario Damar Siahaan, Ketua Program Studi Musik Institut Kesenian Jakarta, turut hadir dalam acara dialog antar seniman di Ruang Serbaguna Apartemen Semanggi pada Senin petang, 28 Mei. Menurut Damar, seniman harus melawan balik dalam kasus semacam ini dan tidak bisa selalu berhenti pada kata "damai". 

"Ini pertama kali nama (seniman) dicatut (sembarangan), dalam sejarah (...). Saya melihat secara ideal, alangkah baiknya kita fight back. Ini harus. Kalau kita selalu cari jalan damai, berarti kita tidak menghargai profesi kita sendiri sebagai seniman. Kita harus tunjukkan," ujar Damar.

"Kalau selalu berlarut-larut dengan akhir damai, kita dilecehkan. Kita ini, mohon maaf pakai bahasa kasar, seperti PSK – dicari, dibutuhkan, habis selesai ya sudah. Jangan sampai seperti itu ke depannya," lanjutnya.

Selain mengajukan gugatan hukum, JPI juga telah menemui Dewan Pers guna meminta kepastian status Pribuminews.co.id sebagai media massa. Menurut JPI, situs ini tidak terdaftar dalam naungan Dewan Pers. Mereka akan bertemu lagi untuk menindaklanjuti kasus ini pada Rabu pekan depan.

JPI adalah musisi dan gitaris eks grup Boomerang. Dia keluar pada 2005 dan menapaki karier sebagai musisi independen. Dalam beberapa tahun terakhir, dia kerap tampil bersama Roy Jeconiah dalam entitas nama RI1 (Roy Ivan).

 




(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

2 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA