Slank Berambisi Cetak Ribuan UKM Lewat Kopi

Roni Kurniawan    •    10 April 2018 10:06 WIB
slankkopi
Slank Berambisi Cetak Ribuan UKM Lewat Kopi
Grup band Slank serius menekuni bisnis kopi seduh untuk disebar di seluruh pelosok Indonesia (Foto: Roni Kurniawan)

Bandung: Grup band Slank serius menekuni bisnis kopi seduh untuk disebar di seluruh pelosok Indonesia melalui SlanKopi. Bahkan Slank menargetkan bisa mencetak 1.000 Usaha Kecil Mandiri (UKM) melalui kopi seduh.

Asa tersebut diungkapkan vokalis Slank, Kaka. Pria berambut kriting tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menekuni bisnis kopi seduh ala Slank yang telah diluncurkan sejak Desember 2017 silam.

"Pengen punya warung Slank, ada 100 daerah sedang garap. Untuk setiap daerah mempunyai 10 cabang warung kecil sejenis UKM. Tahun ini ditargetkan bisa mencapai 1.000 warung SlanKopi," kata Kaka saat temu media di kawasan Gegerkalong, Kota Bandung, Senin 9 April 2018.

Kakak menuturkan, peluang berbisnis melalui kopi seduh tersebut cukup terbuka. Pasalnya setiap warga atau penggemar Slank dengan sebutan Slankers hanya cukup membeli produk satu paket SlanKopi dengan nominal yang telah ditetapkan.

"Ini satu paket harganya Rp2 juta. Sudah komplit semuanya. Jadi yang mau buka warung SlanKopi gampang, tinggal sediain termos untuk air panas," sambung.

Kopi seduh yang telah dikemas dengan gelas terbuat dari styrofoam itu memudahkan para pelaku bisnis baru. Pasalnya mereka tidak harus bermodalkan gelas, sebab kopi sudah berada dalam gelas itu dan tinggal seduh.

"Dalam satu cup di dalamnya sudah komplit. Ada kopinya, gulanya kalau pengen manis. Ada juga sedotannya. Jadi tinggal diseduh saja," tuturnya.

Ajakan tersebut diakui Kaka, sebagai salah satu dukungan terhadap program pemerintah yang ingin membuat masyarakat untuk lebih mandiri melalui UKM. 

"Ini instan bisnis, mempermudah mereka untuk dagang. Karena kita ingin gerai lokal. Dan pasti dinana-mana suka kopi," imbuhnya.

Kaka berharap, dengan adanya peluang bisnis tersebut bisa membuat masyarakat terutama pemuda dan pemudi untuk kreatif serta berdaya. 

"Biar kita tidak usah ekspor lagi, biar petani kopi di Indonesia sejahtera juga. Karena kita pakai kopi lokal seperti kopi Gayo Aceh dan dari Wonosobo," pungkasnya.



(DEV)