Tyo Pakusadewo Gelar Pentas Teater Modern untuk Ibu

Purba Wirastama    •    15 November 2018 13:48 WIB
pentas teatertio pakusadewo
Tyo Pakusadewo Gelar Pentas Teater Modern untuk Ibu
Tio Pakusadewo dan anaknya Patricia Pakusadewo (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Aktor senior Tyo Pakusadewo akan menggelar pertunjukan teater modern bertajuk Untuk Ibu di Jakarta pada 15 Desember mendatang. Pertunjukan ini akan menjadi karya pentas panggung pertama Tio sebagai produser-sutradara, sekaligus titik baliknya sebagai seniman setelah keluar dari rehabilitasi karena kasus narkoba.

"Ini adalah teater modern atau kerja panggung saya yang pertama, yang saya persembahkan untuk ibu saya dalam memperingati 22 Desember Hari Ibu. Ini memang saya tujukan khusus bagi ibu saya, yang kebetulan sudah berpulang," kata Tyo dalam konferensi pers di kawasan Senopati, Kamis, 15 November 2018.

Tyo sudah merencanakan proyek teater Untuk Ibu ini sejak tahun lalu. Namun rencana ini tertunda karena beberapa hal, salah satunya penangkapan Tyo karena kasus kepemilikan sabu pada Desember 2017.

Pada 2018, sebelum Tyo sempat menggelar pentas persembahan, ibunya meninggal.

"Tuhan baru beri jalan sekarang ini," ujar Tyo.

Pentas ini disiapkan Tyo bersama produser dan sutradara lapangan Krishto Damar Alam.  Mereka pernah berkolaborasi sebagai aktor dan sutradara dalam film laga Pertaruhan (2017).

Konsep "teater modern", kata Tyo dan Krishto, berarti bahwa teater ini tidak menggunakan pola dan elemen seperti dalam teater klasik, tetapi tetap punya pembabakan dan kaitan cerita umum dari awal hingga akhir. Pentas berdurasi 70 menit dan terbagi dalam 12 babak. Setiap segmen akan mengangkat topik mengenai ibu dari berbagai sisi.

"Kami berharap, mereka yang melihat pertunjukan ini, yang punya keretakan hubungan dengan ibu, bisa rekat lagi," ujar Tyo.

Tyo akan menjadi pemain utama. Pemeran pendukung antara lain Chatib Basri, Aziz Arman, Donny Damara, Reza Rahadian, Patricia Pakusadewo, Teuku Rifnu Wikana, Heidy Awuy, dan Jerome Panggabean. Tyo memberikan kebebasan kepada para pemain untuk menyiapkan konsep dan naskah sesuai tafsir masing-masing. Krishto menyebut bahwa para pemain adalah "anak bandel yang mau ngomong soal ibu versi mereka".

"Saya akan berikan lirik dan senandung dari orang-orang yang saya kenal dan kebetulan dkenal masyarakat. Ini adalah lirik dan senandung yang saya gabung menjadi pertunjukan," ujar Tyo.

"Konsepnya, (konten) harus sampai kuping dan mata, enggak seperti teater biasa," sambung Krishto saat ditanya lebih lanjut.

"Art dan properti akan ada sesuai topik yang kita bicarakan. Misalnya tentang bunga, bunga harus ada. Misalnya ada yang melukis, nanti sudah ada rekaman suara yang diputar dan sampai kuping. Mungkin terdengar aneh sekarang, tetapi ketika nanti dilihat teman-teman, pasti akan berbeda."

Uniknya, Tyo dan dua penampil lain pernah bermain sebagai figur penting negara dalam film layar lebar. Tyo menjadi Sukarno dalam Pantja-Sila: Cita-cita & Realita (2016), Reza menjadi Habibie dalam Habibie & Ainun (2012), dan Rifnu menjadi Joko Widodo dalam Jokowi (2013).

"Kami akan bicara perkembangan negeri ini dari era berbeda," kelakar Tyo.
 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA