Lukisan Langka Karya Hendra Gunawan dan AD Pirous Dilelang

K. Yudha Wirakusuma    •    29 Maret 2018 15:40 WIB
pameran lukisanlelang
Lukisan Langka Karya Hendra Gunawan dan AD Pirous Dilelang
Ilustrasi pameran lukisan (Foto: dok. 33auction)

Jakarta: 33 Auction kembali menggelar lelang sejumlah karya maestro lukis Indonesia. Lelang seni bakal dihelat di Hotel Shangri-La, Jakarta, 15 April 2018.

Ada sekitar 70 karya seni yang bakal dilelang. Salah satu yang diprediksi bakal menarik minat kolektor, sekaligus bakal dihargai mahal adalah satu-satunya lukisan langka karya maestro lukis Hendra Gunawan.

Lukisan sang maestro yang diberi judul "My Life My Story" itu berbeda dari karya-karya lainnya karena sejarah lahirnya lukisan itu berasal dari kisah kelam hidup sang pelukis saat berada di penjara. Hendra melukis sosok dirinya sedang ditemani seekor anjing. Secara sarkasme, seniman yang wafat pada 17 Juli 1983 tersebut ingin menyinggung penguasa saat itu.

"Di gambar itu, Hendra mau bicara, jika ingin selamat (di masa dia hidup) pandai-pandailah menjilat. Ini adalah satu-satunya karya Hendra yang kami lelang. Karya ini sangat langka," jelas Specialist 33 Auction David Fu dalam siaran pers kepada media.

Asal lukisan Hendra pun bisa ditelusuri untuk memastikan keasliannya. Bagi pemenang lelang, lanjut dia, bisa mendapatkan karya lukis sekaligus dua lembar foto arsip yang dimiliki kolektor.

"Jadi asal-usul lukisan ini jelas. Dari kolektor asal Surabaya yang juga sahabat baik Hendra. Suatu kesempatan yang langka dan jangan sampai dilewatkan oleh para kolektor lukisan. Khususnya kolektor Hendra," urainya.

Selain lukisan langka karya Hendra Gunawan, ada sejumlah karya seni maestro lukis lainnya. "Kami punya enam lukisan AD Pirous, empat lukisan Srihadi Soedarsono, dan beberapa lukisan karya Lee Man Fong."

"Karya AD Pirous ini unik dan indah. Kekhasannya ada pada teknik kaligrafi dan tipografi. Ada pesan spiritualitas, religius, sekaligus misterius dalam karya-karyanya," imbuhnya.

Melalui lelang ini, pihaknya berharap bisa mengangkat kehormatan maestro lukis legendaris Indonesia. Sekaligus, membangun kepercayaan diri seniman-seniman lokal lainnya untuk berkarya dan kelak hasil karya mereka bisa dihargai mahal di balai lelang seni internasional.

Kolektor bisa melihat katalog lelang secara online dan menawar secara digital, baik online maupun lewat aplikasi. Sedangkan bagi kolektor yang ingin melihat fisik lukisan, bisa mengunjungi Hotel Shangri-La pada 13-14 April 2018 atau dua hari sebelum lelang dilakukan.

"Saya masih yakin, hasil lelang nanti bisa memecahkan rekor dunia. Karena di beberapa kegiatan lelang kami, sejumlah karya maestro lukis Indonesia selalu dihargai mahal. Seperti Abdul Aziz, Lee Man Fong, Theo Meier, dan Sonega," tutupnya.
 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

1 week Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA