Produser dan Selebritas Jakarta Deklarasikan Perang Anti Narkoba

Purba Wirastama    •    22 Februari 2018 20:02 WIB
artis dan narkoba
Produser dan Selebritas Jakarta Deklarasikan Perang Anti Narkoba
Produser dan Selebritas Jakarta Deklarasikan Perang Anti Narkoba (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Sejumlah produser, manajer, dan selebritas Jakarta mendeklarasikan perang bersama terhadap narkoba di Polres Jakarta Selatan pada Kamis, 22 Februari 2018. Lewat nota kesepahaman, mereka membuat komitmen menghindari narkoba serta memberi pengaruh baik bagi masyarakat.

"Setelah MoU (memorandum of understanding) ini sudah ditandatangani, khususnya di wilayah Jakarta Selatan, dan umumnya di seluruh wilayah Indonesia, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan artis bisa hilang seluruhnya," kata Wakapolres Jaksel AKBP Budi Sartono dalam sambutan.

Menurut Budi, para artis pemakai narkoba tak perlu ditangkap terlebih dulu supaya 'sadar'. Mereka bisa mengajukan diri untuk rehabilitasi sebelum tersorot media massa karena ditangkap polisi.

Pihak perwakilan industri hiburan film dan televisi yang hadir adalah MD Entertainment, Multivision Plus, dan Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo). Manoj Punjabi dari MD menyatakan artis memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat sebagai figur publik.

"Kita punya tanggung jawab kepada masyarakat, memakai narkoba itu bukan gaya hidup. Pesan dari kami untuk masyarakat adalah say no to drugs. Itu sesuatu yang jelek, hidup kita akan hancur, keluarga akan berantakan. Kita punya tanggung jawab karena tampil di depan, memberi contoh yang baik. Kami dari MD siap mendukung," ujar Manoj.


Produser dan Selebritas Jakarta Deklarasikan Perang Anti Narkoba (Foto: medcom/purba)

Ketua Imarindo Nanda Persada menyebut manajer punya tanggung jawab besar untuk memberantas narkoba karena dekat dengan kehidupan sehari-hari para artis.

"Jadi ada tanggung jawab di situ, peran besar, kami harus mengedukasi, memberi pengaruh. Bahwa artis adalah aset bangsa," kata Nanda.

Sebelumnya diberitakan, nota kesepahaman yang diajukan Polres Jaksel punya satu poin yang cukup keras. Artis yang terbukti sebagai pemakai atau pengedar narkoba diminta berhenti dari profesinya sebagai pesohor dunia hiburan.

Namun menurut Nanda, poin ini menjadi polemik lantaran selebritas adalah profesi seni, bukan seperti pegawai kantor.

"Akhirnya setelah ngobrol panjang, kami revisi draf itu. Jadi bila terlibat (narkoba), bersedia menerima sanksi hukum dan sosial karena artis itu profesi seni, bukan pegawai dan pegawai negeri sipil," ujarnya.

Aktor dan presenter Ramzi, mewakili selebritas yang datang, menyebut para selebritas pemakai narkoba sebagai orang yang tak percaya diri.

"Belasan tahun saya mempertahankan karier saya di dunia film, sinetron, sekarang presenter, tidak sama sekali menggunakan narkoba, dan alhamdullilah sampai saat ini saya masih bisa kerja sama dengan banyak pihak, bukan karena narkoba," ucapnya.

"Bagi teman yang menggunakan narkoba, kalian tak punya rasa percaya diri. Jujur, kalian harus jujur. Ada yang bilang mereka korban. Kita harus sepakat. Kita harus bantu untuk mereka jauh dari narkoba," imbuh Ramzi.

Produser, manajer, dan selebritas yang ikut deklarasi sekitar 50 orang. Beberapa antara lain Gilang Dirga, Ely Sugigi, Stefan William, Amar Zoni, serta Mongol Stres. Selain itu juga ada Komunitas Harley Davidson Club Indonesia ikut serta.

Selebritas pemakai narkoba menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa yang ditangkap terkait narkoba adalah Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya Zaida anak pedangdut Elvy Sukaesih. Bulan lalu Jennifer Dunn juga ditangkap karena kedapatan memiliki dan memakai sabu-sabu.



 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA