Karya Terbaik Yocky Suryo Prayogo di Mata Bens Leo

Purba Wirastama    •    05 Februari 2018 14:08 WIB
yockie suryoprayogo
Karya Terbaik Yocky Suryo Prayogo di Mata Bens Leo
Jenazah Yockie Suryo Prayogo (Foto: Purba

Tangerang Selatan: Bens Leo menyebut mendiang Yocky Suryo Prayogo punya kontribusi besar bagi industri musik Indonesia. Yocky telah menghasilkan sejumlah karya yang mengemuka dan punya usia panjang.

"Mas Yockie di industri musik Indonesia sangat berarti karena dia menggarap album-album yang sangat terkenal," kata Bens di runah duka Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Senin, 5 Februari 2018.

"Contohnya Badai Pasti Berlalu. Itu Mas Yockie, Eros Djarot, dan teman-teman Pegangsaan menggarap album itu, dan album itu sampai saat ini dianggap album yang bertahan lama, dikenal panjang sekali di musik Indonesia," ungkap Bens.

Pada 1977, Yocky bersama Chrisye mengerjakan album Jurang Pemisah. Menurut Bens, album ini mengemuka karena berbeda dengan musik yang digarap oleh beberapa musisi terkenal saat itu, seperti Rinto Harahap dan Betharia Sonata.

"Jurang Pemisah album yang bagus banget (...). Yockie membuat sesuatu yang beda," ujar Bens.

Proyek musik lain yang mengemuka, kata Bens, adalah lagu Lilin-lilin Kecil. Lagu ini ditulis James F Sundah dan Linda untuk Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977. Aransemen ditangani oleh Yocky. Chrisye dipilih sebagai penyanyi.

Seiring perjalanan berkarya, Bens menilai karya-karya Yocky semakin bagus. Salah satunya adalah Musik Saya adalah Saya, album gagasan Yocky yang dirilis pada 1979.

"Musik Saya adalah Saya itu menunjukkan bahwa Yockie mencari pengakuan, inilah karya saya yang harus diapresiasi. Musik rock dan orkestra itulah tonggak sejarah dalam industri musik kita, di mana peran Yockie besar sekali," tukas Bens.

Yocky, kelahiran September 1954, menghembuskan nafas terakhir pagi ini sekitar pukul 07.35 WIB di RSPI Bintaro Jaya karena komplikasi penyakit. Dia telah beberapa kali dirawat di RS setidaknya sejak Oktober 2017. Yocky meninggal dalam usia 63 tahun.


(DEV)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA