Gelar Budaya Perdamaian, Ingatkan Pentingnya Toleransi lewat Drama Musikal

   •    11 Juni 2017 07:00 WIB
drama musikal
Gelar Budaya Perdamaian, Ingatkan Pentingnya Toleransi lewat Drama Musikal
Gelar Budaya Perdamaian (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menanggapi situasi bangsa akhir-akhir ini yang penuh dengan isu dan dugaan tindakan mengarah pada perpecahan, warga Kampung Sawah, Bekasi merasa terpanggil untuk menyerukan suara perdamaian guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Masyarakat Kampung Sawah yang juga dikenal sebagai Indonesia Kecil atau kawasan percontohan kerukunan umat beragama, dalam hal ini Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Jakarta Bagian Timur bekerjasama dengan Fakultas Teologia Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta dan WKPUB (Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Beragama) mengemas acara bertajuk Gelar Budaya Perdamaian (GBP) dalam bentuk pementasan drama musikal yang mengangkat tema keberagaman Indonesia.

GBP dipentaskan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pondok Gede, Jatimurni, di kawasan Kampung Sawah, Bekasi, Sabtu 10 Juni 2017. Adapun tema besar acara ini berseru tentang Bhinneka Tunggal Ika.

GBP menampilkan acara dengan mengedepankan nilai-nilai budaya, toleransi, kasih dan penghargaan terhadap perbedaan lewat seni dalam rangka memelihara kerukunan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Acara ini mengajak masyarakat Indonesia dan komunitas lintas iman khususnya, menjadi agen pemelihara nilai-nilai tersebut.


Paduan Suara dari GKJ Pondok Gede (Foto: dok. pribadi)

"Acara ini dikemas dalam rangka mengajak semua elemen bangsa Indonesia, khususnya undangan yang hadir maupun warga Kampung Sawah untuk senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan menjaga Bhinneka Tunggal Ika. Ini simbol kreativitas bagi warga Kampung Sawah dalam hal ini Gereja-gereja Kristen Jawa Jakarta Klasis Bagian Timur bekerjasama dengan Fakultas Theologia UKDW dan WKPUB," kata Rianda Baskoro, selaku Ketua Majelis GKJ Pondok Gede dalam keterangan tertulisnya.

GBP menyajikan pergelaran budaya dari beberapa daerah di Indonesia yang dikemas sedemikian rupa dalam bentuk gerak, tari dan nyanyian juga permainan kecapi, marawis, angklung, kolintang dan barongsai, dengan penampil gabungan dari warga gereja sekitar serta warga Kampung Sawah. Acara GBP ini juga melakukan seruan dan doa bersama yang dipimpin pemuka agama dari Kristen, Katolik, Islam, Hindu dan Budha, karena Indonesia yang damai dengan segala kebhinekaannya adalah dambaan kita semua.


Gelar Budaya Perdamaian (Foto: dok. pribadi)

"Acara Gelar Budaya Perdamaian yang mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan serta spirit untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika. Saya harap tidak hanya ada di antara kita sebagai umat beragama di Kampung Sawah ini saja. Melainkan semua yang hadir di sini bisa menularkan semangat tersebut ke semua lapisan masyarakat Indonesia. Sehingga makin banyak tercipta kawasan-kawasan percontohan kerukunan umat beragama di Indonesia," kata Dra. Ika Indahyarti, M.Si, Selaku Camat Pondok Melati.

Sebagai simbol kerukunan antar umat beragama, acara GBP ditutup dengan doa bersama oleh perwakilan para pemuka agama. Diantaranya ada Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th, mewakili umat Kristiani, Matius Ngalih mewakili umat Katolik, Sholahudin Malik, mewakili umat Muslim, Liangie, mewakili umat Budha dan Pinandita Pande Nyoman Sudiarsana, mewakili umat Hindu.

 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

2 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA