Sheila Timothy Anggap Narkoba Tak Terkait Profesi Tertentu

Purba Wirastama    •    23 Februari 2018 08:00 WIB
artis dan narkoba
Sheila Timothy Anggap Narkoba Tak Terkait Profesi Tertentu
Sheila Timothy (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Penangkapan Jennifer Dunn, Fachri Albar, dan sejumlah selebritas dalam beberapa pekan terakhir membuat jenis profesi ini erat dikaitkan dengan narkoba. Produser film Sheila 'Lala' Timothy menilai, korban narkoba terkesan hanya pesohor industri hiburan karena mereka lebih sering tersorot media massa.

"Saya sangat anti narkoba, anti-drugs," kata Lala kepada Medcom.id saat ditemui di Plaza Indonesia Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018.

"Saya rasa, mungkin karena aktor atau aktris itu berada di sisi hiburan dan disorot media, dia lebih banyak dilihat. Tapi rasanya yang jadi korban enggak hanya dari film, dari profesi lain juga banyak. Jadi intinya 'say no to drugs' saja sih. Enggak ada yang positif menggunakan obat-obat terlarang itu," lanjutnya.

Selebriti yang Terjerat Kasus Narkoba Sepanjang 2017

Sebagai produser, Lala telah membuat lima film panjang sejak 2009, termasuk Pintu Terlarang bersama sutradara Joko Anwar serta aktor utama Fachri Albar dan Marsha Timothy. Saat ini dia dan rumah produksi Lifelike Pictures sedang mengerjakan tahap pasca-produksi film laga Wiro Sableng garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Lala menegaskan, tekanan pekerjaan di perfilman tidak menjadi faktor spesifik pendorong para aktor atau sineas menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

"Ya tergantung orangnya saja kali," ucap Lala.

Pekan lalu, Fachri Albar dicokok di rumah terkait kepemilikan sabu-sabu, Dumolid, psikotropika Calmlet, serta alat hisap. Fahri positif menggunakan narkoba. Berikutnya menyusul Roro Fitria yang ditangkap karena memesan sabu 2,4 gram. Terakhir Dhawiya Zaida, anak pedangdut Elvy Sukaesih yang kedapatan memiliki sabu-sabu.

Sementara itu, Polres Jakarta Selatan mengajak para selebritas dan produser untuk bergabung dalam deklarasi dan nota kesepahaman anti narkoba. Mereka diminta mundur dari profesi artis jika suatu saat terbukti menyalahgunakan narkoba. Langkah ini ditempuh sebagai kampanye anti narkoba untuk masyarakat yang lebih luas.




 


(ELG)