Abadi Soesman Sebut Yockie Sosok Tak Tergantikan

Purba Wirastama    •    06 Februari 2018 07:00 WIB
musik indonesia
Abadi Soesman Sebut Yockie Sosok Tak Tergantikan
(Kiri ke kanan) Indro Hardjodikoro dan Abadi Soesman (Foto: Purba Wirastama/Medcom.id)

Tangerang Selatan: Saat mendiang Yockie Suryo Prayogo hiatus dari God Bless pada akhir 1970-an, Abadi Soesman masuk untuk menggantikan dia sebagai kibordis. Menurut Abadi, Yockie memiliki kontribusi besar bagi grup yang tidak bisa dia gantikan.

"Dia salah satu favorit saya," kata Abadi kepada Medcom.id di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Senin, 5 Februari 2018.

"Saya menggantikan dia. Sebetulnya dia yang lebih pantas di God Bless. Dia mempunyai kontribusi historis, saya memang menggantikan dia untuk kelancaran God Bless, yang juga dia bikin," lanjutnya.

Abadi datang melayat Yockie di rumah duka RSPI bersama Ahmad Albar, vokalis God Bless. Namun mereka tak bisa menghadiri pemakaman di TPU Karet Bivak Jakarta sore harinya.

Pria kelahiran 1949 ini bercerita, saat dulu dipilih Ahmad dan kawan-kawan untuk menggantikan Yocky, dia sempat menolak karena tak sanggup. Waktu itu, Yocky sedang sibuk dengan proyek musik bersama Chrisye.

"Saya sudah bilang, tidak sanggup, Mas Yockie ini bukan pemain teknis, tetapi dia memberi warna pada God Bless," tutur Abadi.

Namun akhirnya dia menerima ajakan asalkan warna musiknya berbeda. God Bless disebut sudah punya warna khasnya tersendiri bersama Yockie. Bersama Abadi, ada warna lain lagi. Dia ikut menggarap dua album studuo God Bless, yaitu Cermin (1980) dan 36th (2008).

"Maka terbit album Cermin. Bukan soal kreasinya, tapi kami mengubah format God Bless, tapi tidak meninggalkan hawa dari rock," ungkapnya.

Kendati demikian, Yockie tetap punya peran terhadap performa musik Abadi di God Bless. Menurut Abadi, pada saat awal dia konsultasi dengan Yockie terkait filosofi karya musiknya. Bukan berarti Abadi tidak memiliki sentuhan khasnya, tetapi karena warna musik God Bless sudah jadi sebelum dia masuk.

"Kalau sampai sekarang saya dianggap berhasil menggantikan dia, itu juga karena peran dia. Saya selalu minta arahan karena grup musik itu bukan sekadar main. Band itu tim, kayak bola. Walaupun jago, tapi kalau enggak tim ya enggak bisa," ujar Abadi.

"God Bless adalah grup besar, yang dia bangun juga, punya satu warna yang dia bentuk juga. Walaupun saya juga adaptasi, secara filosofis saya selalu konsultasi. Lain kalau yang sudah akhir-akhir, sudah berbau masing-masing," ungkapnya.

Yockie meghembuskan nafas terakhir pada Senin pagi, 5 Januari 2018 setelah berjuang menghadapi komplikasi penyakit. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak sore harinya. Yockie meninggal dalam usia 63 tahun.

 




(ASA)