Marcell Siahaan: Kehidupan Media Sosial Saat Ini Sangat Liar

   •    18 November 2017 09:12 WIB
marcell siahaan
Marcell Siahaan: Kehidupan Media Sosial Saat Ini Sangat Liar
Marcell Siahaan (Foto: Metrotvnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyanyi Marcell Siahaan, 40, punya kegelisahan tersendiri soal kehidupan berinternet dan bermedia sosial yang saat ini tengah digandrungi baik itu kalangan muda maupun tua. Menurutnya, jagat maya ialah dunia yang liar. Pasalnya, hoaks dan ujaran kebencian deras membanjiri media sosial setiap harinya. Pun banyak orang yang berbicara seenaknya tanpa etika.

"Kehidupan bersosial media dan internet ini sangat sangat liar. Hoaks bertebaran. Begitu banyak orang yang mendadak melek politik dan melek hukum. Media sosial jadi parade debat kusir," ungkapnya saat ditemui di sela-sela peluncuran lagu Indonesia Bersatu di Jakarta.

Menurutnya, banjirnya berita bohong mensyaratkan masyarakat untuk lebih hati-hati dan lebih kritis. Masyarakat, kata Marcell, tidak boleh acuh terhadap informasi hoaks. Jika mendapati berita yang terindikasi palsu, masyarakat bisa membandingkannya dengan berita lain. Sehingga, paling tidak publik bisa mengetahui dan memilah mana informasi yang benar dan yang bukan.

"Kita harus mengedepankan kewarasan bahwa membaca berita yang tidak menyenangkan apakah bisa memberikan pelajaran kepada kita. Minimal kita bisa tahu itu berita hoaks. Ke depan kita bisa melihat lagi berita-berita seperti itu sifatnya merusak."

Dirinya menyayangkan hoaks dan ujaran kebencian justru kerap muncul dalam momem pesta demokrasi seperti Pilkada Jakarta lalu. "Pilkada pilkada semua (Pilkada Jakarta) dengan menyebarkan berita-berita bohong yang merusak keberagaman. Berita bohong itu menjijikkan. Sebegitu habisnya ide orang untuk menjatuhkan seseorang. Itu persaingan yang menjijikan menurut saya," jelasnya.

Marcell menceritakan pengalamannya bermedia sosial. Ia mendapati bahwa kalangan berpendidikan tidak luput dari jerat hoaks. Kalangan berpendidikan, sambung Marcell, justru kerap menggaungkan berita bohong. "Ini berbicara mengenai common sense. Yang sedih adalah kawan-kawan yang berpendidikan. Untuk berdebat pun buang-buang waktu. Langsung saya unfriend," kelakarnya.

Dirinya mengingatkan pergaulan dalam media sosial yang begitu bebas sebenarnya juga ada batasannya yakni hak asasi orang lain. Setiap orang, ucapnya, memang bebas berpendapat tapi dibatasi dengan hak orang lain yaitu hak atas informasi yang benar dan kewajiban untuk memberikan infornasi yang benar.

"Ini semua ada koridornya. Hak saya dibatasi dengan hak orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan manusiawi," katanya.

(Dhika Kusuma Winata)
 


(ELG)