Pendiri Komunitas Stunt Kaget Edison Wardhana Disebut sebagai Stuntman

Cecylia Rura    •    02 Desember 2017 17:13 WIB
demian aditya
Pendiri Komunitas Stunt Kaget Edison Wardhana Disebut sebagai Stuntman
Deswyn Pesik (Foto: MI/Permana)

Jakarta: Stunt Coordinator sekaligus pendiri komunitas Stunt Fighter Community, Deswyn Pesik mengaku kaget dengan insiden yang dialami Edison Wardhana dalam atraksi sulap Demian Aditya. Deswyn mengaku kenal dengan Edison lantaran pernah satu kampus.

Menurut Deswyn, ada yang janggal dalam status Edison Wisnuwardhana atau Echon yang disebut sebagai stuntman dalam aksi Death Drop Demian Aditya. Setahu Deswyn Pesik, Echon bukan seorang stuntman.

"Saya terkejut sekali, kebetulan Edison itu teman kuliah saya. Sepengetahuan saya, dia (Echon) bukan seorang stuntman," kata Deswyn ketika dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (2/12/2017).

Deswyn mengenal sosok Echon sebagai pemain sekaligus pelatih basket, pebalap motor serta bekerja di bidang Event Organizer. "Kabar terakhir di berita saya baca dia asisten Demian," imbunya.

Deswyn paham betul tentang adegan berbahaya yang dilakukan dalam atraksi Demian sehingga tidak sembarang orang dapat berperan sebagai stuntman.

"Pertama, jika Edison bukan stuntman menurut saya itu adalah salah satu kesalahan (pihak) yang telah memberikan pekerjaan tersebut, yang harusnya dilakukan oleh profesional. Kedua, apakah adegan tersebut selain stuntman juga memakai Stunt Coordinator yang bertugas dalam hal keamanan adegan, situasi dan kondisi bagi stuntman dan crew yang membantu. Menurut saya juga adegan tersebut berbahaya," jelas Deswyn.

Kendati terakhir kali bertemu 10 tahun lalu, Deswyn masih menjaga hubungan baik dengan Echon melalui media sosial. Ada rencana untuk mengunjungi sahabat lamanya tersebut namun dari sahabat lain mengatakan belum bisa dijenguk karena kondisi Echon yang masih lemah.

Paparan serupa terkait profesi Echon juga disampaikan oleh Hendra, anggota komunitas Pejuang Stunt saat dikonfirmasi terkait standar penggunaan stuntman dalam sebuah aksi. Hendra pun baru mengetahui jika Echon adalah seorang stuntman. Menurut Hendra, tidak mudah menjadi seorang stuntman, karena bukan hanya mempersiapkan fisik dan nyali seperti ilmu bela diri, tetapi juga pengetahuan, teknik dan pengalaman dari para senior.

"Kita bisa karena biasa dan pengalaman adalah guru terbaik. Maka dari itu belajar stuntman lebih baik belajar langsung dari orang-orang yang biasa melakukannya atau benar-benar peran pengganti atau stuntman yang berpengalaman, biasa menggadaikan nyawanya. Bukan dari beladiri seperti yang banyak dipikirkan orang. Karena beladiri di film itu sangat berbeda sekali dengan beladiri yang sebenarnya," jelas Hendra.

Hendra yang bahkan belum mengenal sosok Echon secara langsung hanya mengetahui sosok anak satu ana itu sebagai asisten Demian.

Melihat kejadian ini, Hendra sempat menyeletuk di Indonesia setidaknya sudah ada lima orang stuntman yang meninggal terutama dalam film dan sinetron. Dia melanjutkan, beberapa orang ternyata bukan benar-benar seorang stuntman.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan tak terduga itu terjadi di malam SCTV Awards 2017 di Studio 6 Emtek, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017). Kabar terakhir yang diterima oleh Metrotvnews.com pagi ini dari kakak kandung Echon, Rivelino Vivekananda memaparkan Echon telah melalui operasi pertama yakni pemberhentian pendarahan paru-paru dan melakukan pencabutan pengganti selang ventilator. Selanjutnya, Echon akan menjalani operasi pada bagian tulang rusuk saat kondisi Echon dinyatakan stabil oleh pihak dokter.


(ELG)