Salim Haji Said Terbitkan Buku Kumpulan Ulasan Sastra Lima Dekade

Purba Wirastama    •    18 April 2018 14:09 WIB
buku barupeluncuran buku
Salim Haji Said Terbitkan Buku Kumpulan Ulasan Sastra Lima Dekade
Salim Haji Said (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Guru besar dan kritikus sastra Salim Haji Said bersama Balai Pustaka menerbitkan buku kumpulan ulasan sastra berjudul Jangan Banyak Tanya, Ini Cuma Dongeng. Buku berisi 18 ulasan mengenai puisi, cerpen, novel, dan drama dari akhir 1950-an hingga 2010-an.

Karya-karya sastra ini berasal dari 17 sastrawan lintas generasi. Ada Rustandi Kartakusuma, Slamet Muljana, Sori Siregar, Bur Rasuanto, Mansur Samin, Kuntowijoyo, Pramoedya Ananta Toer, Saribi Arifin, Ahmad Tohari, Asahan Alham Aidit, Ahmad Mustofa Bisri, HB Jassin, Taufiq Ismail, Seno Gumira Adjidarma, Leila S Chudori, dan Eka Kurniawan.

Dalam acara peluncuran buku di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jakarta hari ini, Rabu, 18 April 2018, Said berkelakar bahwa membuat buku sastra terbitan Balai Pustaka adalah satu syarat seseorang diakui sebagai sastrawan Indonesia.

"Seingat saya, ketika mulai berkecimpung di sastra sebagai anak muda, ada dua syarat menjadi sastrawan Indonesia. Pertama, karangan dimuat di majalah yang dipimpin Pak Jassin. Kedua, bukunya diterbitkan Balai Pustaka. Ini dua paspor untuk masuk dalam lingkungan yang disebut sebagai sastrawan Indonesia," kata Said kepada para tamu.

"Alhamdulillah di kemudian hari, keduanya saya dapat. Sebagian karangan di buku ini dimuat di majalah yang dipimpin Pak Jassin dan ketika ditetbitkan di buku kumpulan komentar karya sastra, diterbitkan oleh Balai Pustaka. Saya bersyukur," lanjutnya.

Dalam keterangan pers pihak Balai Pustaka, beberapa tokoh sastra memberikan pendapat mereka setelah membaca buku ini. Profesor Taufik Abdullah menyebut bahwa sastra adalah 'kekasih lama' Said.

"Dalam suasana yang semakin akademis, dia merasa terpanggil dan menengok kembali 'kekasih lama', dunia sastra yang nyaris terlupakan," kata Taufik.

Menurut Profesor Sapardi Djoko Damono, dari buku ini, dia mendapat kesan bahwa kesusastraan merupakan hubungan-hubungan antara sastrawan, karya sastra, dan lingkungan yang menghasilkannya. Lalu Taufik Ismail menyebut buku ini sebagai kumpulan penulisan yang rapi dan disiplin.

"Kombinasi latar belakang kewartawanan, akademikus, sutradara teater, dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta memperkaya wawasan buku ini," kata Taufik.

Said lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 1943. Jelang usia 16, dia merantau untuk bersekolah di Jawa dan menekuni dunia seni. Setelah lulus SMA di Solo, dia kuliah di Jakarta di Universitas Indonesia dan Akademi Tentara Nasional Indonesia. Dia ikut mendirikan Teater Kecil bersama Arifin C Noer dan pernah bekerja belasan tahun sebagai jurnalis.

Kini sehari-hari Said dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia dan pengajar di Sesko TNI, Seskoal, dan STIK/PTIK. Kendati sekarang Said lebih dikenal sebagai penulis buku tentang peran politik militer Indonesia dan perfilman, sastra adalah dunia yang dia minati sejak muda.

Jangan Banyak Tanya, Ini Cuma Dongeng diterbitkan dalam momentum mengenang HB Jassin dan perayaan 100 tahun Balai Pustaka.


(ELG)