Ahmad Fuadi Berharap Novel Anak Rantau Bisa Menyembuhkan Banyak Luka

Elang Riki Yanuar    •    15 Juli 2017 10:32 WIB
novel
Ahmad Fuadi Berharap Novel Anak Rantau Bisa Menyembuhkan Banyak Luka
Anak Rantau (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ahmad Fuadi merasa lega setelah melihat respons terhadap novel terbarunya, Anak Rantau. Karya terbaru pria yang terkenal lewat novel Negeri 5 Menara ini menduduki posisi penjualan terbaik selama empat pekan.

Tak hanya menempati urutan pertama dalam Top 20 Best Seller di toko buku online bukabuku.com selama empat pekan, Anak Rantau menjadi novel yang paling dicari saat ini. Menurut Fuadi, hal tersebut karena novelnya memasukkan banyak muatan lokal.

"Novel Anak Rantau, kental dengan muatan lokal. Di novel sini juga ada pesan pendidikan kepada para generasi muda. Pesan utama yang ingin saya sampaikan ialah mengobati luka masa lalu dengan berdamai dengan cara maafkan, lepaskan, lalu lupakan. Pesan ini mungkin cocok dengan situasi masyarakat saat ini yang kadang terbelah secara politik," kata Ahmad Fuadi dalam keterangan tertulisnya.

Butuh waktu empat tahun untuk Fuadi menyelesaikannya novel terbarunya tersebut. Dia melakukan riset ke Sumatera Barat dengan mewawancarai pemuka adat dan perantau. Melihat hasilnya, perjuangan Ahmad Fuadi terasa tidak sia-sia.

"Saya bersyukur sekali sekaligus senang karena apa yang saya buat disenangi, diapresiasi, dan membuat penasaran pembaca. Saya berharap buku ini bisa menyembuhkan banyak luka dan menumbuhkan banyak maaf," tuturnya.

Novel Anak Rantau saat ini memang hanya dijual di toko buku dalam jaringan (daring) sehingga belum ditemukan di toko buku konvensional. Hal ini rupanya memang sengaja dilakukan Fuadi sebagai bagian dari strategi pemasaran.

"Yang saya pahami memang langkah awal pemasaran novel Anak Rantau akan memanfaatkan media online dulu penjualannya. Setelah dirasa pada waktu tertentu sudah cukup baru nanti akan dipasarkan di toko-toko buku dan dipasarkan secara konvensional," ujarnya.

Novel Anak Rantau menceritakan petualangan Hepi bersama Attar penembak jitu dan Zen yang penyayang binatang. Semua tokoh ini bertualang mendatangi sarang jin, menghadapi lelaki bermata harimau, memburu biduk hantu, dan menyusup ke markas pembunuh.

"Ada banyak perantau hari ini, baik yang merantau dalam arti sebenarnya, orang yang hidup di perantauan atau merantau dalam artian hidup di dunia ini, yang sesungguhnya kita juga akan merantau kelak di kehidupan yang lainnya. Jadi, memang banyak yang terwakili dengan kata merantau ini," jelas Ahmad Fuadi.

 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

4 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA