Komentar Vino G. Bastian Soal Kali Item dan Trotoar Jakarta

Cecylia Rura    •    07 Agustus 2018 18:38 WIB
vino g bastian
Komentar Vino G. Bastian Soal Kali Item dan Trotoar Jakarta
Vino Bastian dalam jumpa pers film Chrisye, 2017 (Foto:MI/Bary Fatahilah)

Jakarta: Aktor Vino G. Bastian turut mengikuti perkembangan terkini terkait beberapa kebijakan pemerintah daerah Jakarta belakangan. Kebijakan menutup Kali Sentiong alias Kali Item menggunakan jaring-jaring hitam hingga penyemprotan pewangi untuk mengurangi aroma tidak sedap belum lama ini hangat diperbincangkan.

Aktor pemeran tokoh Wiro Sableng itu berpendapat, pemerintah sebaiknya tidak membuat kebijakan instan hanya untuk keperluan jangka pendek.

"Sebetulnya kebijakan-kebijakan itu memang harus benar-benar dipikirkan. Jangan cuma langkah-langkah instan, cepat, tapi efeknya tidak jangka panjang," ungkap Vino kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Selain kebijakan Kali Item, kritik terhadap kinerja pemerintah disusul dengan pembuatan taman di area trotoar yang sempat menghambat pejalan kaki menuju bis (kini sudah dibuatkan jalur khusus), lalu beredarnya potongan gambar jalur sepeda terhalang tiang tanda larangan. Memang, pada dasarnya pemerintah daerah melakukan hal ini dengan tujuan memperindah tatanan kota. Lebih-lebih jelang perhelatan bergengsi Asian Games di Indonesia sebagai tuan rumah pada 18 Agustus yang tinggal menghitung hari.

"Jangan sampai melakukan sesuatu kebijakan yang blunder karena saya merasa Jakarta ini memang kompleks banget masalahnya. Penanganan-penanganan masalah kali, masalah trotoar, jangan cuma dilakukan penanganan hanya karena ada satu event besar, tapi harus dipikirkan dampak jangka panjangnya."

"Pembangunan ini untuk rakyat, bukan cuma untuk tamu yang datang melihat bagus padahal sebenarnya bobrok, misalnya seperti itu," tutur Vino.

Setidaknya pemerintah daerah mengeluarkan dana Rp580 juta untuk jaring penutup Kali Item sepanjang 726 meter itu. Terakhir, dikerahkan truk penyedot air kali untuk dibuang ke Kali Sunter hingga pemberian zat cairan kimia. Untuk penanganan yang terbilang darurat jelang Asian Games, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut andil untuk membersihkan Kali Item.

"Kebijakan yang harus diambil adalah kebijakan yang memikirkan kepentingan rakyat. Masalah seperti apa, cara yang seperti apa saya enggak tahu. Gubernur dan pemerintah daerah, negara, lebih tahu. Kalau misalnya enggak tahu, banyak kok kita ahli-ahlinya sekarang yang lebih paham. Kenapa enggak konsultasi aja? Enggak perlu terlalu jauh studi banding orang-orang kita sudah pintar, asal mau berdiskusi, enggak gengsi," pungkas Vino.

 


(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA