Ernest Prakasa Ajak Netizen Berempati ke Atlet

Purba Wirastama    •    28 Agustus 2018 21:20 WIB
ernest prakasa
Ernest Prakasa Ajak Netizen Berempati ke Atlet
Ernest Prakasa (Foto: medcom/purba wirastama)

Jakarta: Sutradara dan komedian Ernest Prakasa tak habis pikir dengan berbagai cacian negatif di media sosial terhadap para atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Menurut Ernest, kalah bertanding itu sudah menyakitkan bagi para atlet, apalagi jika mereka berlaga dalam momen penting.

"Gue coba bilang ke teman-teman, bahwa jadi atlet itu kalau lo kalah, kekalahan itu jadi sesuatu yang menyakitkan sekali," kata Ernest kepada Medcom.id saat ditemui di kawasan Setiabudi Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

"Jadi, enggak perlu dirundung pun (atlet) sudah sedih banget. Maksudnya, antara lo menghibur atau lo diam saja, ngapain harus dirundung segala?" lanjut Ernest, yang mengaku pernah menjadi atlet tenis selama delapan tahun saat remaja.

Ernest menyebut para pencibir di media sosial tak berperasaan. Dia mengajak orang-orang untuk bisa berempati terhadap atlet dan menghargai perjuangan mereka. Sebelumnya, ajakan ini juga dia ungkapkan kepada 500 ribuan pengikut akun Twitter @ernestprakasa.

"Orang itu kadang suka enggak punya perasaan banget, padahal kalau kita mengalami posisi mereka, karena gue pernah alami, itu bahkan ada yang kalah, sedihnya bisa terasa sampai bertahun-tahun, misalnya karena kalah di momen penting. Cobalah kalau misalnya atlet kalah, itu sudah sedih, enggak usah lo tambah-tambahin," tutur Ernest.

Edward Suhadi, penulis, fotografer, dan aktor yang juga aktif di media sosial dengan 26 ribu pengikut di Twitter, punya dugaan bahwa cacian negatif terhadap atlet berasal dari satu komando untuk membuat Indonesia tampak susah di Asian Games 2018. Utas kicauan Edward di Twitter tentang isu ini, yang mengutip postingan Irfan Fahmi, telah dibagikan sejak 25 Agustus 2018 dan menjadi viral.




Ernest termasuk yang mengamini bahwa dugaan Edward itu mungkin saja benar-benar terjadi. Menurut Ernest, jelang Pemilu Presiden 2019, segala hal terkait pemerintah rentan dipolitisasi untuk dijatuhkan, termasuk gelaran Asian Games 2018 dan aksi Presiden Joko Widodo dalam seremoni pembukaan.

"Aksi Pak Jokowi saja dipolitisir. Segala hal yang berhubungan dengan pemerintah pasti rentan politisasi. Jadi ya, akun ternak, memperkeruh suasana, bikin Asian Games tidak semeriah seharusnya, ya mungkin-mungkin saja. Walaupun gue enggak tahu, tetapi menurut gue mungkin saja," ungkap Ernest.

Salah satu atlet yang mendapat perundungan di media sosial adalah Jonathan Christie alias Jojo, pemain badminton tunggal putra kontingen Indonesia. Jojo mendapat cacian negatif di kolom komentar postingan Instagram pribadi, bahkan sebelum rangkaian pertandingan dimulai.

Namun Selasa siang ini, 28 Agustus 2018, Jojo membuktikan diri. Dia menang dan meraih medali emas, mengalahkan Chou Tienchen dari China Taipei.


 


(ELG)