Tiga Faktor yang Membuat Artis Terjerumus Narkoba Menurut Kunto Aji

Agustinus Shindu Alpito    •    23 Februari 2018 18:16 WIB
artis dan narkobakunto aji
Tiga Faktor yang Membuat Artis Terjerumus Narkoba Menurut Kunto Aji
Kunto Aji (Foto: medcom/shindu)

Jakarta: Pada tahun ini Kunto Aji berencana merilis album kedua. Jika pada album debut dia bicara soal fenomena generasi milenial, kali ini penyanyi asal Yogyakarta itu mengangkat isu kesehatan mental.

Kunto melihat masalah kesehatan mental secara luas. Termasuk faktor-faktor yang terkait dengan hal itu, salah satunya kecenderungan mencari jalan keluar dari masalah mental yang terjadi. Sayangnya, tidak semua orang memilih cara positif untuk berdamai dengan persoalan yang ada. Beberapa di antaranya memilih bercengkrama dengan narkoba.

“Gue sebenarnya gatel banget pengin nulis soal narkoba. Karena gue merasakan apa yang terjadi di dalam industri, enggak seperti (yang disangka orang awam) itu. Banyak musisi yang tidak lari ke narkoba, bahkan enggak merokok dan minum alkohol,” ujar Kunto saat ditemui di kantor Juni Records yang terletak di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Februari 2018.

Menurut Kunto, ada beberapa faktor yang membuat orang terjerumus narkoba. Dalam beberapa kasus, narkoba bahkan dijadikan alasan untuk memicu kreativitas.

“Ada banyak hal, pertama pelarian dari masalah hidup. Bisa masalah keluarga atau masalah kariernya, karier yang naik-turun bisa membuat artis stres. Kedua, masalah inspirasi. Ada yang menjadikan itu sebagai pemicu mencari inspirasi. Ketiga, ada yang karena ikut-ikutan. Karena pergaulan. Buat gue, untuk jadi asyik enggak perlu narkoba.”



Soal anggapan bahwa narkoba mampu memicu otak untuk lebih kreatif, Kunto tidak setuju. Bagi dia banyak cara yang lebih positif bisa dipilih untuk memancing ide dan gagasan yang menarik.

“Gue enggak percaya. Dalam artian, untuk bisa trance itu banyak jalannya. Ada beberapa orang yang melalui proses meditasi atau berdoa. Mendengarkan diri sendiri. Di musik ada frekuensi-frekuensi tertentu yang bisa membawa ke titik trance. Gue mungkin enggak bisa mengomentari lebih jauh karena gue enggak tahu rasanya, gue enggak memakai narkoba, tetapi gue rasa enggak perlu.”

“Kalau gue untuk membuat (kinerja otak untuk lebih kreatif), gue memancing seluruh indra gue. Memancing lewat aroma, lewat melihat foto-foto. Semakin melibatkan semua indra, otak kita semakin terpancing,” tukas Kunto.

Sejauh 2018 berjalan, sudah terjadi beberapa kasus narkoba yang melibatkan selebritas. Hal ini menimbulkan polemik baru, sekaligus citra yang buruk di masyarakat terkait artis dan narkoba. Pada Kamis, 22 Februari 2018, di Polres Jakarta Selatan, pihak kepolisian bekerjasama dengan beberapa pelaku industri di bidang seni mendeklarasikan kampanye anti-narkoba, guna menumbuhkan kesadaran bahwa penting bagi para artis dan selebritas untuk menunjukkan citra gaya hidup yang baik. Dalam deklarasi itu, pihak dari industri hiburan yang hadir antara lain dari MD Entertainment, Multivision Plus dan Ikatan Manajer Artis Indonesia.




 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA