Sempat Jadi Polemik, MoU Artis Anti Narkoba Melunak

Purba Wirastama    •    23 Februari 2018 13:37 WIB
artis dan narkoba
Sempat Jadi Polemik, MoU Artis Anti Narkoba Melunak
Sejumlah produser, manajer, dan selebritas Jakarta meneken nota kesepahaman dan mendeklarasikan perang bersama melawan narkoba di Polres Jakarta Selatan, Kamis, 22 Februari 2018 (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Memorandum of understanding atau nota kesepahaman selebritas anti narkoba yang diteken sejumlah produser, artis, dan manajer artis Jakarta bersama Polres Jakarta Selatan, berisi kesepakatan yang lebih lunak dari draf awal. Sebelumnya, tertulis pernyataan bahwa selebritas yang terbukti gunakan obat-obatan terlarang bersedia mundur dari profesi pesohor hiburan.

Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia Nanda Persada menyebut draf awal menjadi polemik dan mendapat pertentangan dari sejumlah pihak. Draf awal tersebar setidaknya sejak awal pekan ini pada hari Senin, 19 Februari 2018. Setelah perundingan dengan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto dan Kasat Narkoba Polres Jaksel Vivick Tjangkung, salah satu poin yang keras diganti.

"Pada saat draf dibuat, ada satu pernyataan yang menjadi polemik. Dikatakan bahwa apabila artis terlibat narkoba, harus mundur dari dunia keartisan. Akhirnya setelah ngobrol bareng dengan Bu Kasat dan Kapolres, kami revisi draf itu," kata Nanda dalam sambutan sebelum deklarasi anti narkoba di Polres Jaksel, Kamis, 22 Februari 2018.
 
"Jadi, apabila terlibat (narkoba), bersedia menerima sanksi hukum dan sosial. Ada perdebatan karena teman-teman itu pekerja seni, bukan seperti pegawai negeri sipil atau aparat. Jadi kalau setelah itu bisa menjalani hukuman, tidak tertutup kemungkinan kembali berkarya," lanjutnya.

Produser dan Selebritas Jakarta Deklarasikan Perang Anti Narkoba

Aktor, pelawak, dan presenter Ramzi Geys Thebe juga menyebut pernyataan 'mundur dari profesi artis' mendapat pertentangan dari sejumlah rekan pekerja seni hiburan. Baginya, artis adalah profesi seni yang tidak mungkin 'dicopot' dari karier seseorang.

"Pagi banget bangun tidur, gue lihat (deklarasi) baru sepintas, terus gue kirim ke salah satu grup (percakapan Whatsapp). Ternyata reaksinya memang sangat luar biasa. Pas gue baca lagi, memang ada kalimat yang kurang tepat. Kita seniman, enggak ada pensiun, enggak ada yang bisa menyetop kita menjadi seniman kalau darah seniman masih mengalir sampai maut memisahkan," ujarnya saat ditemui usai deklarasi.

"Terlepas ada kalimat itu atau tidak, Polres Jaksel punya itikad baik untuk memberikan fasilitas untuk pengguna (narkoba). Ada keuntungan yang mungkin belum kita ketahui bersama," imbuh Ramzi.


Aktor dan presenter Ramzi bersama sejumlah produser, manajer, dan selebritas Jakarta meneken simbol deklarasi perang bersama melawan narkoba di Polres Jakarta Selatan, Kamis, 22 Februari 2018 (Foto: Medcom/Purba)

Wakapolres Jaksel AKBP Budi Sartono menyatakan draf akhir MoU anti narkoba disusun oleh sejumlah produser, manajer, dan artis Jakarta bersama-sama. Salah satu poin menyatakan kesediaan untuk pengecekan urine. Kendati MoU terbilang lebih lunak dibanding draf awal yang diajukan, Budi menilai kesepahaman ini sudah memiliki 'efek jera'.

"Semua (penyalahgunaan narkoba) punya tindakan hukum. (...) Saat di tempat syuting, mereka bersedia didatangi polisi untuk pelaksanaan tes urin. Berarti (kami) sudah jemput bola. Ibarat, kalau orang tahu nanti syuting mau cek urin, mereka tidak akan pakai (narkoba). Ini efek jera juga, sudah lumayan untuk memberantas dan mengurangi kegiatan narkoba," ujar Budi.

Fachri Albar Sudah 10 Tahun Gunakan Sabu

Menurut Budi, pengecekan urine saat syuting ini akan diterapkan bagi semua selebritas, baik yang datang ke deklarasi maupun tidak karena MoU bersifat perwakilan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono berharap kegiatan deklarasi dan MoU ini tersebar lewat obrolan di kalangan selebritas.

"Walau dari anggota pun, artis dari kelompok mana, kalau dia menggunakan (narkoba) atau jadi pengedar, akan kami tindak. Tentu kegiatan ini nanti getok tular. Getok tular itu artinya saling memberitahu antara satu dengan satu, jangan sampai narkoba ada di dalam diri kita," tukas Argo.

Sejumlah selebritas, produser, dan manajer artis Jakarta berkumpul di Polres Jakarta Selatan kemarin sore untuk mendeklarasikan perang melawan narkoba. Mereka juga meneken nota kesepahaman (MoU) untuk saling menjaga lingkungan kerja bebas dari narkoba. Deklarasi dibuat menyusul penangkapan sejumlah selebritas pemakai narkoba dalam beberapa pekan terakhir.






 


(ELG)