Dulu Mendukung, Kini Bono U2 Minta Aung San Suu Kyi Mundur

Marcheilla Ariesta    •    29 Desember 2017 14:55 WIB
u2 band
Dulu Mendukung, Kini Bono U2 Minta Aung San Suu Kyi Mundur
Bono dan Aung San Suu Kyi (Foto: AFP)

New York: Vokalis U2, Bono mengatakan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, Suu Kyi telah gagal menyelesaikan kasus kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya.

Bono U2 yang dulunya adalah juru bicara kampanye Suu Kyi mengaku muak dengan krisis yang terjadi di wilayah Rakhine utara tersebut.

"Saya benar-benar merasa sakit, tidak ingin mempercayai, namun semua bukti telah menunjukkan adanya pembersihan etnis. Ini benar-benar terjadi dan dia harus mengundurkan diri karena tahu kekerasan ini terjadi," ungkap Bono, seperti dilansir dari laman France24, Jumat 29 Desember 2017.

Pernyataan tersebut diungkapkan lewat majalah Rolling Stone. Dia mengatakan harus lebih banyak diskusi dilakukan untuk menyelesaikan kasus kekerasan tersebut, meski demikian, dia sangsi jika kekerasan di sana bisa dihentikan dalam waktu dekat.

Perserikatan  Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) menggambarkan kekerasan di Myanmar sebagai pembersihan etnis. Dokter Without Borders menyatakan bahwa setidaknya 6.700 warga etnis Rohingya tewas dalam bulan pertama kekerasan terjadi. Sementara sisanya sudah melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.

Suu Kyi memperoleh Nobel Perdamaian pada 1991, mendapat banyak dukungan saat hampir dua dekade sebagai tahanan rumah atas perintah junta militer Myanmar. Namun, banyak yang menganggap Suu Kyi tidak bisa berbuat apa-apa menyangkut kasus krisis kemanusiaan di negaranya.

Bono menganalisa, Suu Kyi seperti tidak ingin negara kembali ke militer, namun ingin memiliki militer untuk menjalankan kekuasaannya.

Bahkan, awal bulan ini di Dublin, Irlandia, kampung halaman Bono, mencabut penghargaan pada sebuah kota yang diberikan oleh Suu Kyi, sebagai bentuk protes kekerasan tersebut.


 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA