Usai K-pop, Korea Mulai Kembangkan Animasi di Indonesia

Elang Riki Yanuar    •    07 Oktober 2016 11:30 WIB
k-popindonesia-korea
Usai K-pop, Korea Mulai Kembangkan Animasi di Indonesia
Pembukaaan K-Content Expo 2016 (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: K-Content Expo 2016 resmi dibuka. Acara yang diselenggarakan oleh Korea Creative Content Agency (KOCCA) dan bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia ini digelar pada 6 hingga 8 Oktober 2016 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD.

Dalam ajang yang dihadiri Dubes Korea, Cho Taiyoung dan Ketua Bekraf, Triawan Munaf., sejumlah produk industri kreatif Korea dipamerkan. Di antaranya game, karakter animasi, komik, konser musisi-musisi K-Pop, drama, film, bahkan produk kecantikan dan makanan.

"Kami ingin sama-sama mengembangkan industri kreatif Indonesia. Akibat popularnya K-pop lalu banyak orang Indonesia belajar bahasa Korea. Kami terus berharap pertukaran budaya di masa akan datang akan terus terjalin," kata Vice President Kocca, Kang Man Seok.

Acara ini juga akan dimeriahkan konser musik bertajuk Sarangheyo Indonesia 2016 dengan penampilan Akdon Musician, Nell dan Taeyang 'Big Bang'. Beberapa tahun belakangan, demam K-pop memang menjangkiti banyak remaja di Indonesia.

Merasa sudah berhasil mengenalkan musik K-pop di Indonesia, Korea memperluasnya ke bidang lain. Salah satunya ialah animasi.

"Potensi terbesarnya mobile game lalu juga animasi. K-pop dan drama sudah cukup, tapi tetap harus kita kembangkan lagi," ucap Kang Man Seok.

Populasi penduduk Indonesia yang besar dianggap potensi untuk mengenalkan budaya dan seni Korea. Acara ini diharapkan menjadi jembatan bagi industri kreatif Korea dan Indonesia bisa bekerjasama.  

"Indonesia dan Korea telah menandatangani MOU kerja sama di bidang indsutri kreatif pada bulan Mei. Kerjasama itu menjadi bukti jika kedua negara serius mengembangkan industri kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara. Game dan animasi menunjukkan jika potensi ini besar memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia," kata Triawan Munaf.


(ELG)