Tanggapi Sinetron Bertema Azab, Deddy Mizwar: Judulnya Saja Aneh-Aneh!

Elang Riki Yanuar    •    13 November 2018 22:28 WIB
deddy mizwarsinetron
Tanggapi Sinetron Bertema Azab, Deddy Mizwar: Judulnya Saja Aneh-Aneh!
Deddy Mizwar usai menjadi pembicara Seminar Nasional bertema Ada Apa dengan TV Rating Indonesia yang digelar Inrate di The Akmani Hotel, Jakarta Pusat (Foto: medcom/elang)

Jakarta: Aktor Deddy Mizwar ikut menanggapi maraknya sinetron bertemakan "azab" yang belakangan menghiasi layar kaca. Menurut Deddy Mizwar, industri pertelevisian seharusnya menyajikan tontonan yang menginspirasi mengingat jangkauannya yang luas.  

Di sejumlah televisi nasional saat ini memang seperti 'berlomba' menyajikan program serial bertema azab disertai judul-judul 'menyeramkan'. Ambil contoh: Penghina Pengemis Mulutnya Terinfeksi dan Jenazahnya Terbungkus Karung Goni atau serial Dzolim episode Mandor Kejam! Jenazah Terkubur Cor Coran dan Tertimpa Meteor yang sempat viral.

"Di ruang kreativitas itu kan biasanya, kenapa sih penonton menyaksikan suatu tayangan dari awal sampai habis karena ada sesuatu yang relate dengan dirinya. Ada suatu impian di sana atau sesuatu yang barangkali sesuatu yang baru dan juga menyangkut masalah emosional. Kemudian cara si kreator mengemasnya juga menentukan," kata Deddy Mizwar usai menjadi pembicara Seminar Nasional bertema Ada Apa dengan TV Rating Indonesia yang digelar Inrate di The Akmani Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Deddy menyarankan dilakukannya penelitian untuk mendalami apakah benar masyarakat menggemari sinetron bertema azab yang disebut memiliki rating cukup tinggi.

"Saya kira perlu penelitian perilaku. Apa benar kita sangat menggemari azab tapi kelakuan tidak berubah? Judulnya saja sudah aneh-aneh sekarang. Begitu luar biasa inovasi itu. Saya kira pada awalnya televisi salah satu media untuk mencerdaskan bangsa, tapi ini sudah enggak tahu ke mana jalannya," ujarnya.

"Pendekatannya harus objektif. Dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kalau industrinya yang pentingnya ratingnya saja, kita tidak bisa apa-apa juga. Televisi harus didukung dengan bisnis yang baik. Semestinya ada idealisme karena ditonton banyak orang," katanya.

Sebagai pelaku industri, Deddy Mizwar salah satu orang yang membuat sinetron religi Para Pencari Tuhan yang tayang setiap Ramadan. Sinetron religi ini kerap mendapat pujian dan penghargaan, termasuk dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Deddy sendiri tidak punya formula baku seperti apa sinetron religi yang baik. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini pun berkelakar, masyarakat butuh juga tayangan jelek untuk hiburan.

"Kadang ada tayangan yang enggak lucu jadi lucu buat kita. Menertawakan tayangan, kok jelek banget ya? Kita perlu menonton tayangan yang jelek. Ampun, jelek banget. Jadi bahan ketawaan, jadi hiburan saja," katanya.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA