Komedian Beda Generasi

Anindya Legia Putri    •    04 Januari 2018 17:59 WIB
galeriindonesiakaya
Komedian Beda Generasi
Muhadkly Acho (Foto:Dok.Pribadi)

Jakarta: "A day without laughter is a day wasted," demikian ucapan Charlie Chaplin yang melegenda. Sejatinya, komedi  atau candaan yang membuat orang tertawa merupakan hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, sejak era 1950-an, dunia hiburan Tanah Air tidak pernah sepi dari hingar-bingar canda tawa yang dibawakan oleh para pelaku komedi.

Komedi menjadi bagian dari seni teater sejak 1950-an. Dalam perkembangannya, komedi ditampilkan dengan berbagai formasi berbeda. Ada yang tampil dalam bentuk grup, ada pula yang melawak sendiri, atau yang disebut dengan monolog atau stand up comedy.

IDEnesia episode kali ini akan menghadirkan para pelaku seni komedi dari masa ke masa. Ada Gogon Srimulat yang menjadi pelawak legendaris. Ia pernah tergabung dengan grup seni teater komedi Srimulat yang berjaya pada tahun 1950-an.

Lelaki yang memiliki ciri khas rambut jambul dan kumis yang khas ini memiliki identitasnya sendiri. Gogon juga memiliki peran yang penting dalam setiap pertunjukan Srimulat. Hingga kini, perannya dalam seni teater komedi tidak diragukan lagi.

Selain Gogon, ada pula nama Bedu Tohar yang sempat tergabung dalam grup comedian Cagur (Calon Guru) pada ajang pencarian bakat Audisi Pelawak Indonesia bersama dengan Deny dan Wendy. Namanya sempat redup dari seni teater komedi sejak keluar dari grup Cagur. Kini, ia  mulai bangkit kembali setelah bergabung dalam serial televisi komedi Ngelenong Betawi.

Meski telah menjadi komedian yang berdiri sendiri, keahlian Bedu dalam membuat pemirsa tertawa di setiap lawakannya tak perlu diragukan. Bahkan, Bedu sangat paham dalam segi porsi ketika tampil di atas panggung untuk melawak. Porsi melawak sebagai grup, maupun sebagai diri sendiri.

Bila melihat perkembangan saat ini, melawak monolog, atau lebih dikenal dengan istilah stand up comedy sedang digandrungi. IDEnesia mengundang Muhadkly Acho atau sering disapa Acho.

Acho memulai karier sebagai seorang stand up comedy ketika mencoba ajang Stand Up Comedy Metro TV pada 2011. Namanya mulai dikenal karena meski sendiri atau monolog, Acho mampu membuat penonton tertawa.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai komedi beda generasi? Saksikan selengkapnya dalam program IDEnesia, dalam episode “Komedian Beda Generasi,” di Metro TV,  Kamis, 4 Januari 2018, Pukul 21.05 WIB. Dan jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

6 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA