Nikita Mirzani Tepis Tuduhan soal Tweet Komentar Film G30S/PKI

Purba Wirastama    •    04 Oktober 2017 21:15 WIB
nikita mirzani
Nikita Mirzani Tepis Tuduhan soal Tweet Komentar Film G30S/PKI
Nikita Mirzani ditemani pengacaranya (Foto: Metrotvnews/Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nikita Mirzani menepis kabar yang beredar di media sosial bahwa dia telah berkicau di Twitter soal film G30S/PKI yang mencatut nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Niki mengaku tak pernah mengeposkan kicauan yang dimaksud, apalagi menghapusnya.

"Gimana mau dihapus, (twitnya saja) enggak ada. Bisa dicek nanti di (Divisi) Cyber (Crime Polda Metro Jaya). Kalau saya yang bikin, historinya ada. Kalau dihapus, juga akan ada di situ," kata Niki saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Sekelompok orang yang mengaku sebagai Gerakan Pemuda Anti Komunis (GEPAK) hendak melaporkan Niki ke Polda Metro Jaya, terkait satu kicauan yang dianggap berasal dari akun Twitter @nikitamirzani.

Sebelumnya, sejumlah advokat di Palembang juga melaporkan Niki dengan tuduhan serupa. Dodi Yuspika, kepala tim advokat, menyebut bahwa kicauan Nikita telah meresahkan masyarakat Indonesia.

Dari gambar tangkapan layar (screenshot) yang beredar di media sosial, kicauan yang dimaksud adalah teks yang menyebut film G30S/PKI kurang seru karena Panglima Gatot tidak dimasukkan ke lubang buaya.

Gambar tersebut juga menunjukkan bahwa kicauan telah dibalas, di-retweet, dan disukai oleh ratusan pengguna.

Berdasar penelusuran Metrotvnews.com pada Rabu (4/10/2017) pagi, kicauan ini tidak ditemukan di linimasa @nikitamirzani. Kicauan para pengguna yang membahas komentar Niki pun hanya menyebar screenshot sebuah pos foto di Facebook, yang isinya juga merupakan screenshot dari Twitter.

Niki mengaku kaget begitu mendengar kabar soal pelaporan dirinya dan menyebut sebaran gambar tersebut sebagai kabar bohong. Menurut dia, tweet yang ditanggapi ratusan pengguna seharusnya meninggalkan jejak.

"Kalau itu tweet bikinan Niki sendiri, otomatis ada yang nge-retweet. Karena di situ (screenshot) kan banyak banget retweet-nya, 600an. Harusnya ada di linimasa Niki, tapi enggak ada," ujar Niki.

"Karena yang tersebar adalah capture-an, bukan dari orang retweet. Niki sudah cari semua, tak ada satu pun yang retweet hal tersebut. Ada satu (gambar) capture, ditaruh di salah satu (akun) Facebook, dan dari Facebook di-capture lagi, ditaruh di salah satu Instagram yang memang isinya menghujat orang," lanjut Niki.

Sedianya GEPAK hendak melaporkan Niki di Polda Metro Jaya pada Rabu sore. Namun laporan ditolak karena berkas tidak lengkap.

 


(ELG)