Kisah Saur Sepuh Digarap Ulang untuk Serial Televisi

Purba Wirastama    •    09 Agustus 2017 21:36 WIB
serial televisi
Kisah Saur Sepuh Digarap Ulang untuk Serial Televisi
Saur Sepuh The Series (Foto: dok. sinemart)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saur Sepuh, drama kolosal yang populer pada era 1980-an lewat sandiwara radio dan film seri, digarap ulang oleh SinemArt dalam versi serial televisi atau sinetron. Penyutradaraan ditangani oleh Karsono Hadi dan melibatkan Imam Tantowi, sutradara empat seri film asli, sebagai penyusun cerita.

"(Tayangan) laga lagi jarang. Sekarang ini masih di komedi, hantu-hantuan. Saya kira (kami) mencoba untuk menjajaki aliran ini. Jadi penonton diberi beragam pilihan. Penonton itu seleranya berubah-ubah," kata Imam saat ditemui di bioskop Senayan City Mall, Jakarta Selatan, Rabu 9 Agustus 2017.

Imam adalah sutradara senior kelahiran 1946. Pada medio 1980-an, Niki Kosasih bersama Kalbe Farma membuat drama radio yang sukses disambut banyak pendengar. Kanta Indah Film lantas mengadaptasi kisah ini ke film bioskop. Imam direkrut sebagai sutradara dan Niki menjadi penulis skenario.

Film pertama, Satria Madangkara, dirilis pada 1987 dan menjadi film terlaris tahun itu, menurut catatan FilmIndonesia.or.id. Empat sekuel menyusul dibuat hingga 1992. Film terakhir berjudul Istana Atap Langit dan digarap oleh sutradara berbeda, yaitu Torro Margens.

Pada kurun waktu 1990-2013, kisah ini juga pernah diadaptasi ke serial televisi dalam sedikitnya empat judul berbeda. Judulnya menggunakan nama Saur Sepuh atau nama tokoh utamanya, Brama Kumbara.

Beberapa tahun terakhir, Imam melempar diskusi di SinemArt soal produksi ulang Saur Sepuh. Menurut dia, kisah ini bagus untuk diceritakan ulang. Secara garis besar, Saur Sepuh mengisahkan konflik kekuasaan antar kelompok dan kerajaan dengan latar Nusantara era kerajaan Majapahit.

"Kalau ditampilkan (lagi) judul Saur Sepuh, ini akan luar biasa. Karena (serial tv) yang ada sebelum ini, misal Drama Kumbara, belum meyakinkan (apakah itu kisah) Saur Sepuh asli atau bukan," ujar Imam.

Proyek lantas berjalan. Imam menjadi penyusun alur cerita dan Feri Gumpa dipercaya sebagai penulis skenario. Penyutradaraan ditangani oleh Karsono Hadi. Pengarahan laga oleh Robert Santosa. Sementara Leo Sutanto menjadi produser bersama Dani Sapawie.

"Saya hanya menerjemahkan dari kumpulan naskah sandiwara Bapak Kosasih. Saya pilih dan susun yang menarik. Saya serahkan kepada penulis skenario yang fresh. Kalau saya sudah pensiun," ujar Imam.

"Kunci-kunci film laga adalah gagasan membuat gimmick yang menarik. Saya tantang kepada penulis dan Pak Karsono untuk membuat itu. Tontonan laga tanpa gimmick tidak ada artinya," lanjutnya.

Seperti beberapa serial lain produksi SinemArt, serial Saur Sepuh belum punya patokan jumlah episode sejak awal. Menurut ko-produser Dani Sapawie, mereka telah menargetkan minimal membuat 100 episode tanpa sistem musim. Jika tanpa angka pasti, bagaimana akhir cerita disusun?

"Makanya kami 100 (episode) dulu. Kalau menurut cerita asli Brama Kumbara kan ada serinya," kata Dani.

"Sekarang seri Singgasana Berdarah. Kalau kita ambil dari seri Darah Biru, cerita sangat runut dari (para tokoh) kecil. Takutnya penonton kurang suka," imbuhnya.

Saat ini mereka telah menyelesaikan syuting untuk delapan episode pertama. Pengambilan gambar dilakukan di kawasan gunung Bromo, Batu Malang, gumuk pasir pantai selatan Yogyakarta, Way Kambas Lampung, dan studio di Cibinong Bogor.

Sejumlah pemain yang terlibat antara lain Samuel Zylgwyn, Cut Meyriska, Meriam Bellina, Sabina, Adjie Pangestu, Aditya Herpawi, Adam Jordan, Fendi Pradana, dan Johan Morgan.

Episode pertama Saur Sepuh akan ditayangkan perdana di salah satu kanal televisi swasta pada Minggu malam 13 Agustus 2017. Episode terbaru akan ditayangkan setiap hari.


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA