Jenny Rachman: Ketua Parfi Seharusnya Miliki Integritas

Elang Riki Yanuar    •    30 Agustus 2016 11:50 WIB
parfi
Jenny Rachman: Ketua Parfi Seharusnya Miliki Integritas
Jenny Rachman (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktris senior Jenny Rachman menyesalkan penangkapan Gatot Brajamusti akibat narkoba pada akhir pekan kemarin. Apalagi, penangkapan itu tak lama setelah Gatot terpilih menjadi ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) untuk keduakalinya.

Tapi, Jenny juga bersyukur karena ditangkapnya Gatot menguak sisi lain pria yang juga dikenal sebagai guru spiritual sejumlah artis itu.

"Ketua umum Parfi seharusnya memiliki integritas, dedikasi dan memiliki komitmen terhadap keprofesiannya. Narkoba harus diperangi karena artis bukan sekadar figur untuk ditonton tapi dia adalah figur untuk menjadi tuntunan," kata Jenny Rachman dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.

Jenny pun mengenang konfliknya dengan Gatot Brajamusti dahulu. Sebelum Gatot, Jenny lama memimpin organisasi yang sudah berusia 60 tahun itu.

Menurut Jenny, Gatot dulu menawarkan diri sebagai ketua pelaksana kongres Parfi pada 2011. Bahkan, Gatot bersedia membiayai jalannya kongres. Mereka akhirnya terlibat perselisihan hingga berujung laporan kepolisian. Jenny menuding Gatot mencatut namanya agar bisa maju menjadi ketua Parfi.

"Saat dulu kemudian saya mengeluarkan SK untuk dia sebagai ketua pelaksananya. Tapi entah bagaimana, menjelang kongres dia mau maju menjadi ketua umum Parfi dengan memanipulasi data dalam pengisian formulir yang mengaku pernah main film dan peran utama," ungkapnya.

Jenny tak mau banyak mengungkit masa lalu. Karena itu, penangkapan Gatot juga dianggap Jenny sebagai momentum membenahi Parfi. Dia ingin Parfi nantinya dipimpin oleh orang yang memang dari kalangan artis dan sudah lama menekuni dunia perfilaman.

"Alhamdulillah, sekarang mungkin saatnya. Kita doakan saja semoga ada hikmahnya. Teman-teman tidak rela Parfi dipimpin oleh orang yang bukan kompeten di bidangnya.  Apalagi yang tidak jelas keartisannya," katanya.

"Parfi harus turut memperjuangkan nasib para artis yang kurang beruntung kehidupannya, namun mereka memiliki kontribusi dalam dunia seni dan budaya untuk Indonesia," tutupnya.

 


(ELG)