Slank: Demokrasi itu Santai

Ardi Teresti Hardi    •    17 Oktober 2016 10:07 WIB
slank
Slank: Demokrasi itu Santai
Personel Slank yang terdiri dari Abdi Negara (Abdee), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho), Akhadi Wira Satriaji (Kaka), Ivan K Arifin (Ivanka), dan Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim).(Antara-Agus Apriyanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dunia perpolitikan di Indonesia kerap diriuhkan perseteruan antarkubu yang bertentangan. Kerap kali, perseteruan itu tidak hanya melibatkan tokoh-tokoh di tingkat atas.

Masyarakat pendukung alias para simpatisan tiap kubu juga turut 'berperang'.

Atas fenomena itu, pentolan grup band Slank, Bimbim, menyebut bahwasanya masyarakat di negara ini masih belajar demokrasi.

"Orang berpikir demokrasi itu seperti main bola. Harus berantem dan perang antarsuporter," kata dia saat jumpa pers jelang konser tur mereka yang bertajuk Rame-Rame Aksi Cinta Indonesia di Yogyakarta, Jumat (14/10).

Padahal, lanjut dia, bermain bola pun seharusnya tidak seperti itu.

Sejatinya, keberadaan suporter itu bertujuan menyemangati tim yang tengah bertanding, bukan untuk berseteru.

"Dalam berdemokrasi, masing-masing dari kita harusnya memberikan ide dan kontribusi positif. Demokrasi bukan untuk kubu-kubuan. Yang kalah dalam demokrasi tidak kemudian bertahun-tahun jengkel kemudian mencari-cari kesalahan kubu yang menang," imbuh Bimbim.

Tur konser Rame-Rame Aksi Cinta Indonesia disebut Bimbim sebagai bentuk peran serta Slank dalam upaya mengatasi persoalan tersebut.

"Jadi, kita ingin membikin santai. Demokrasi itu biasa aja, tidak perlu pakai emosi," imbuh dia.

Bimbim menganalogikan demokrasi layaknya kehidupan satu keluarga.

"Dalam keluarga, pasti ada perbedaan pendapat, tetapi akhirnya mereka kembali ke meja makan dan makan bersama."

Ia menambahkan, tur konser Rame-Rame Aksi Cinta Indonesia diharapkan menjadi sebuah pemicu untuk mengangkat kembali rasa kecintaan terhadap Indonesia dan jiwa nasionalisme.

Yogyakarta dipilih menjadi kota pertama tempat digelarnya tur konser itu.

Setelah di Yogyakarta, mereka akan melanjutkan konser tur di Subang, Jawa Barat, pada 29 Oktober mendatang.

Kejutan dari Abdee

Bimbim mengatakan belakangan ini Slank biasa tampil dengan empat personel, Kaka (vokalis), Bimbim (drumer), Ivan (basis), dan Ridho (gitaris), minus gitaris Abdee Negara yang masih sakit.

Untuk mengisi kekosongan Abdee, Bimbim pun meminta agar Ridho banyak memberi feel-feel 'colongan' dalam permainan rythm-nya supaya warna musik yang mereka bawakan lebih ramai.

"Setiap kami main, gitar dan ampli Abdee tetap selalu dibawa ke atas panggung. Paling tidak (walau Abdee tidak tampil), jiwanya tetap ada," imbuh Bimbim.

Menurut dia, Abdee sering tiba-tiba memberi kejutan dengan menyusul Slank dan bermain di lagu-lagu terakhir.

Seperti yang terjadi pada konser di Yogyakarta, Sabtu (15/10) malam itu.

Menjelang akhir pementasan, Abdee naik ke atas panggung.

Ia sempat memainkan lagu Virus bersama personel Slank yang lain di depan ribuan Slanker (para fan) yang memadati Stadion Kridosono, tempat digelarnya konser tersebut.

Abdee hingga sekarang masih menjalani perawatan akibat penyakit gagal ginjal.

Ia rutin menjalani cuci darah seminggu sekali, yakni setiap Senin dan Kamis.


(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA