Romantisme Budaya Lewat Radio

Pelangi Karismakristi    •    08 Maret 2017 19:15 WIB
galeriindonesiakaya
Romantisme Budaya Lewat Radio
Yovie Widianto bersama Arie Dagienkz dan Bayu Oktara (Foto:Dok.Idenesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mendengarkan siaran radio kerap kali menjadi kawan bagi mereka yang sedang merasa sepi, atau bahkan dijadikan sahabat setia bagi masyarakat perkotaan kala mengendarai transportasi pribadi. Meskipun hanya terdengar suaranya, para penyiar begitu lihai membawakan materi siaran dan menghidupkan suasana. Bagaimana bisa demikian?

Penyiar radio Arie Dagienkz mengakui, salah satu tantangan menjadi penyiar adalah bagaimana ia bisa membawa suasana semakin 'hidup' untuk pendengar, sehingga pendengar pun akan merasakan kedekatan dan menimbulkan imajinasi.

"Kalau siaran radio itu ada theater of mine. Jadi, apa yang dibicarakan, secara teknis bagaimana caranya kita ngomongin sesuatu. Misalnya ngomong tentang Bayu Oktara, nah kita omongin itu sosok Bayu seperti apa, dia pakai baju apa, pakai kacamata, dan lainnya. Jadi kita detail dan dengerin radio itu seperti membaca buku," kata pria yang bernama asli Arie Apriludy.

Radio, sambung Arie, adalah media yang sangat intim. Sebab, radio sering memperdengarkan lagu yang mengena di hati pendengarnya.

"Misalnya nih kita sapa buat teman-teman yang lagi nongkrong, atau lagi kangen sama pacaranya, atau lagi pacaran. Lalu kita putarkan lagunya, nah di situ kita bikin pendengar tersentuh," ucap pria bertubuh tambun ini.

Selain Arie, penyiar sekaligus artis Bayu Oktara mengatakan, tugas lain seorang penyiar juga adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar pendengarnya loyal dan menganggap mereka (penyiar) ada. Dirinya pun memiliki trik sendiri, agar interaktif dengan pendengarnya.

"Kenali dulu siapa pendengarnya. Kalau sudah tahu siapa yang diajak bicara, kan sudah berteman, jadi bahasa yang dipakai ya bahasa teman. Nah, nanti kita cari isu yang lagi tren atau membahas hal yang dekat dengan kehidupan pendengar, otomatis itu akan terwakili dan tetap menjadi teman. Mereka akan loyal setelah seharian pusing di kantor, masuk mobil dan langsung dengar radio," ucap Bayu.

Disinggung mengenai konten budaya, keduanya pun mengaku sering menyuarakan kebudayaan Tanah Air. Misalnya, pada hari batik, atau ketika hari Jumat di mana banyak institusi yang mewajibkan karyawannya memakai batik. Bahkan, Arie Dagienkz pernah membuat sandiwara radio wayang yang bercerita tentang Pandawa Lima yang dibalut dengan nuansa kekinian.

Simak perbincangan Yovie Widianto bersama Arie Dagienkz dan Bayu Oktara dalam program IDEnesia Metro TV, Kamis 9 Maret 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)

Giring

Giring "Nidji," Keputusan Vakum dan Visi Politik

6 hours Ago

Setelah lima belas tahun Bersama Nidji, Giring Ganesha mengambil keputusan besar untuk vakum.

BERITA LAINNYA