13 Pelawak Srimulat yang Telah Berpulang

Cecylia Rura    •    15 Juni 2018 15:46 WIB
srimulattrivia hiburan
13 Pelawak Srimulat yang Telah Berpulang
Srimulat (Foto: Antara/Ismar Patrizki)

Jakarta: Para penggawa formasi awal kelompok lawak ternama Srimulat satu per satu mulai gugur. Berawal dari gagasan Teguh Slamet Rahardjo yang mendirikan Srimulat di Surakarta pada 1950 silam, grup lawak ini banjir tawaran untuk menghibur dari panggung rakyat hingga naik pentas untuk penonton skala nasional.

Nama Srimulat diambil dari mendiang istri pertama Teguh, R.A. Srimulat. Kelompok ini membangun komunitas di beberapa kota seperti Surabaya, Semarang, Surakarta hingga Jakarta. Beberapa seniman panggung kemudian lahir dan bahkan memiliki penggemar mereka sendiri setelah lepas dari Srimulat.

Kini, gaung mereka tak lagi sekencang dulu. Masing-masing anggota Srimulat sudah memiliki panggung pentas mereka sendiri, meski tak lagi mencatut nama Srimulat di belakangnya. Kendati demikian, mereka masih rutin mengadakan reuni dan kumpul bersama.

Sepeninggalnya Gogon dan Nurbuat belum lama ini mengingatkan kita beberapa nama pelawak Srimlulat yang telah berpulang lebih dulu. Medcom.id merangkum 13 nama pelawak Srimulat yang telah meninggal dunia.

Gepeng

Freddy Aris atau dikenal dengan nama Srimulat, Gepeng meninggal dunia pada 11 Juni 1988 di Surakarta, Jawa Tengah. Gepeng meninggal dunia di usia 37 tahun akibat penyakit liver yang disebabkan kebiasaannya mengonsumsi alkohol.

Ciri khas dari sosok Gepeng di setiap aksinya adalah ketika membawakan slogan "Untung Ada Saya".

Bendot

Saparbe Notowidagdo alias Bendot meninggal dunia pada 23 Desember 2001 di usia 76 tahun. Bendot dikabarkan terkena serangan jantung.

Dalam panggung Srimulat, Bendot kerap berperan sebagai jongos atau prajurit. Ia juga terlibat dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan berperan sebagai mertua Mas Karyo (Basuki).

Asmuni

Toto Asmuni memilik ciri khas yakni kumis kecil di atas bibir menyerupai kumis Charlie Chaplin dengan topi blangkon. Asmuni berangkat dari komunitas Srimulat di Surabaya yang kemudian direkrut oleh Teguh untuk bergabung dengan Srimulat di Jakarta. Ketenarannya dimulai sekitar awal tahun 80-an.

Pelawak asal Jombang itu meninggal dunia pada 21 Juli 2007 lantaran saat mengeluh sakit gigi dia diberi obat sakit gigi yang salah. Asmuni meninggal di usia 75 tahun.

Basuki

Pelawak Agus Basuki Bin Suwito Hadiwiryono mulai bergabung dengan Srimulat pada 1981. Di sana, ia hanya mampu bertahan selama lima tahun. Ia kemudian sempat bergabung dengan Kadir, Timbul, Nurbuat dan Rohana untuk membentuk tim Merdeka. Rohana kemudian memutuskan keluar. Kadir, Timbul dan Nurbuat kemudian membuat nama baru untuk ketiganya yakni Batik Grup tetapi hanya bertahan selama tiga tahun.

Selain tenar lewat panggung Srimulat, Basuki juga menjadi tokoh inti dalam sinetron keluarga Si Doel Anak Sekolahan. Ia berperan sebagai Karyo.

Pelawak kelahiran 5 Maret 1956 itu meninggal dunia pada 12 Desember 2007 saat bermain futsal. Ia meninggal dunia di usia 51 tahun.

Timbul


Timbul (Foto: Media Indonesia/M Irfan)

Timbul Suhardi, pelawak asala Magelang itu menghembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun. Ia meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yaitu stroke, vertigo dan diabetes.

Timbul mulai bergabung dengan Srimulat pada 1979. Ia berkesempatan menjadi sutradara Srimulat pada 1983. Tiga tahun berselang, pada 1986 Timbul memutuskan untuk keluar dari Srimulat.

Timbul sempat terlibat di dua judul film yakni Makin Lama Makin Asyik (1987) dan Bendi Keramat (1988).

Mamiek Prakoso

Karier Mamiek sebagai pelawak dimulai dari panggung Srimulat. Kakak dari Didi Kempot itu mulai bergabung sejak 1987. Ciri khas dari seorang Mamiek adalah rambutnya yang diberi warna setengah pirang.

Pelawak kelahiran Salatiga itu kemudian menghembuskan napas terakhirnya pada 3 Agustu 2014 di usia 53 tahun akibat penyakit liver.

Djudjuk Djuariah


Pemakaman pelawak Djujuk Djuariah (Foto: Antara/Andika Betha)

Sara Djudjuk Djuariah merupakan istri kedua Teguh Slamet Rahardji yang dipersunting pada 1970 setelah kematian istri pertama Teguh, R.A. Srimulat. Selain bermain dalam panggung Srimualt, Djudjuk juga sempat bermain dalam beberapa judul film di antaranya Walang Kekek (1974), Mayat Cemburu (1976), Raja Pungli (1977), Untung Ada Saya (1982), Gepeng Mencari Untung (1983), Gepeng Bayar Kontan (1983), Cangkang, Montir-Montir Cantik (1984) dan Finding Srimulat (2013).

Djudjuk tutup usia pada 6 Februari 2015 karena penyakit kanker yang diderita. Ia meninggal di usia 67 tahun.

Eko DJ

Eko DJ merupakan nama panggung yang diambil dari singkatan Eko Dari Jawa. Nama Eko DJ dipakai sata ia naik pentas bersama Srimulat sejak 1980-an. Sepanjang berkarier di panggung lawak, Eko juga memiliki nama panggung lain yakni Eko Tralala dan Eko Londo.

Selain dikenal lewat panggung Srimulat, pelawak bernama lengkap Eko Untoro Kurniawan itu juga dikenal lewat serial televisi Jinny Oh Jinny memerankan Pak Baroto. 

Pelawak asal Malang itu meninggal dunia pada 27 Maret 2017 akibat penyakit gagal ginjal dan gagal jantung.

Bambang Gentolet

Kusbijanto alias Bambang Gentolet merupakan anggota Srimulat dari cabang Surabaya. Ia memiliki ciri khas potongan rambut yang rapi bak tentara. Namanya sangat tersohor di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya saat itu.

Bambang Gentolet menghembuskan napas terakhirnya pada 27 April 2017 karena mengalami sesak napas. Ia meninggal dunia di usia 75 tahun.

Gogon


Gogon (Foto: Antara/Teresia May)

Pelawak bernama lengkap Margono meninggal dunia pada 15 Mei 2018 usai pentas di Kotabumi, Lampung. Penyebab Gogon meninggal dunia diduga karena gangguan pernapasan yang sudah lama diderita serta dari kebiasaan merokok.Bersama grup lawak, Gogon identik dengan gaya rambut jambulnya yang khas. Ia juga mengenakan kumis tipis ala Charli Chaplin.

Gogon meninggal di usia 58 tahun.

Lesus

Sugeng Winarso alias Leysus sempat bergabung dengan grup lawak Srimulat. Namun, pelawak asal Kepanjen itu dikenal khas dengan penampilannya saat bermain bersama Ketoprak Humor. Ia juga sempat menjadi bintang di beberapa acara populer seperti Ronda, Pansus dan Toples Show.

Leysus merupakan adik dari pelawak Topan yang kini sibuk mengurus sepak bola kabupaten Malang dan klub Arema Malang. Ia meninggal dunia pada 3 Januari 2006 di usia 46 tahun akibat penyakit kanker mulut.

Pengki

Pelawak Pengki juga merupakan bagian dari kelompok lawak Srimulat. Pria asal Jawa Tengah itu dikabarkan meninggal dunia pada 8 Juni 2016. Ia meninggal dunia akibat penyakit tumor di perut.

Selain naik pentas bersama Srimulat, Pengki juga ikut andil dalam acara Bukan Empat Mata dan beberapa judul sinetron komedi.

Nurbuat


Nurbuat (Foto: Twitter @srimulatism)

Pelawak asal Malang itu baru saja dikabarkan berpulang pada 15 Juni 2018. Diduga ia meninggal akibar penyakit sesak napas yang sudah lama diderita.

Ciri khas dari sosok Nurbuat di panggung Srimulat adalah ketika melontarkan logat Madura. Ia bergabung dengan kelompok gagasan Teguh Slamet Rahardjo itu sekitar 1980-an.

Sebelumnya, Nurbuat bergabung dalam grup kesenian di Malang bernama Anoraga kemudian berpindah ke ludruk Wijaya Kusuma II.

Nurbuat berpulang di usia 69 tahun.

 




(ASA)