Batalkan Konser di Israel, Lorde Disebut sebagai Bigot di Sebuah Iklan

Cecylia Rura    •    02 Januari 2018 22:06 WIB
lorde
Batalkan Konser di Israel, Lorde Disebut sebagai Bigot di Sebuah Iklan
Lorde (Foto: gettyimages)

Jakarta: Penyanyi Lorde dicap sebagai bigot atau orang fanatik dalam sebuah iklan besar di koran Washington Post. Iklan tersebut dibuat oleh rabbi atau Pendeta Yahudi Amerika bernama Shmuley Boteach setelah Lorde membatalkan konsernya di Israel. Bigot kerap ditujukan pada orang yang sangat kuat loyalitasnya pada kelompok tertentu, etnis, agama, pandangan politik dan lainnya.

Iklan tersebut kini muncul dalam sebuah halaman besar di koran Washington Post edisi bulan Desember. Menggambarkan sosok bintang tersebut sebagai orang fanatik, menuduh Lorde yang memiliki keturunan Selandia Baru dan berprasangka melawan Israel.

Iklan yang dimuat oleh Boteach secara terang-terangan menempatkan gambar Lorde yang berhimpit dengan gambar pria melintas sambil menggendong bayi di tengah puing-puing bangunan. Iklan tersebut diberi judul "Lorde and New Zealand ignore Syria to attack Israel."



Menurut jurnalis Jerusalem Post, Amy Spiro, Menteri Kebudayaan Israel Miri Regev mengeluarkan pernyataan pribadinya meminta Lorde berpikir dua kali untuk membatalkan konsernya.

"Lorde, saya berharap Anda bisa menjadi 'pahlawan sejati' seperti judul album pertama Anda. Jadilah seorang pahlawan budaya sejati yang murni bebas dari pertimbangan politik asing, yang tampak konyol."

Eran Arieli, produser di balik gelaran konser Lorde pun mengutip kalimat permohonan maaf Lorde kepada para penggemar dan Lorde sendiri. Lorde harus bertahan menghadapi pernyataan omong kosong selama seminggu terakhir. "Saya naif jika berpikir penyanyi seusia Lorde mampu menahan tekanan tersebut."

Pelantun singel Green Light tersebut mendapat banyak reaksi setelah mengumumkan akan mengadakan konser di Israel. Mengutip laman NME, para penggemar mengatakan konser tersebut dilakukan sebagai bentuk pengesahan pendudukan Israel di Palestina. Lorde akhirnya membatalkan konser itu.

Dalam sebuah pernyataan membatalkan konsernya, Lorde mengatakan mengunjungi Tel Aviv merupakan salah satu impiannya. Untuk itu ia meminta maaf dan berharap suatu hari kelak dapat mengguncang panggung musik di Israel.


 


(ELG)