Dentum Penabuh Harapan

Pelangi Karismakristi    •    24 Mei 2017 15:56 WIB
galeriindonesiakaya
Dentum Penabuh Harapan
Jeane Phialsa (Foto:MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bicara mengenai grup band, kebanyakan orang mengelu-elukan vokalisnya. Tak jarang yang mengabaikan keberadaan pemain musik lain,  termasuk penggebuk drum. Padahal, peran mereka cukup penting dalam sebuah grup band.

Salah satu penabuh drum berbakat di Indonesia adalah perempuan berparas cantik, Jeane Phialsa. Gadis yang karib disapa Alsa ini mulai mengenal drum sejak usia 8 tahun. Alsa pernah mencetak rekor sebagai Drummer Perempuan Termuda pada 2014. Saat itu, ia berusia 21 tahun.

Elsa kini tergabung sebagai pemain drum dari penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals. Dia juga pernah bergabung dengan Erwin Gutawa Orkestra dalam berbagai pertunjukan panggung besar.

Perempuan yang kini berusia 23 tahun itu juga pernah menggawangi drum pada sejumlah band terkenal di Tanah Air, yaitu O-T, Setia Band, Usion Stuff, Star Light, dan beberapa band beraliran jazz.

Selain Alsa, ada Gerry Herb yang memulai debut sejak 1985. Namanya kian melejit saat ia menjadi pemain drum beraliran jazz dan etnik. Makin lama pengalaman bermusiknya kian matang, hingga sepuluh tahun kemudian dia sempat bergabung bersama grup band Nugie dan ALV.

Pada tahun 2000, Gerry yang menjadi guru drummer di salah satu sekolah musik di Indonesia juga sempat mengiringi beberapa grup musik orkestra demi menyukseskan pertunjukan Masterclass yang bertajuk “Komposisi Sound dalam bermain Drum”.

Kisah lainnya cukup unik, yakni seorang dokter spesialis kandungan bernama Nurwansyah yang juga menggeluti alat musik drum. Meskipun usianya sudah tak muda lagi, semangatnya masih membara. Dia tak ingin berdiam dan termakan usia percuma.

Pria yang berusia 57 tahun itu mengaku, awal dia terjun sebagai penggebuk drum yakni terinspirasi sebuah artikel yang dibacanya beberapa tahun silam. Pada artikel tersebut, ia menemukan bagaimana terapi penyembuhan penyakit tertentu dengan cara bermain drum.

Kemudian, dia mulai giat berlatih dan mengikuti kelas drum dari sang maestro, Gilang Ramadhan, bersama sejumlah anak berusia 9 tahun. Selisih usia yang terpaut jauh dengan rekan sekelasnya, tak mengendurkan antusiasme yang tinggi darinya.

Tak lama kemudian, dia pun lantas mementuk sebuah grup band bernama Dr Groof dan melambungkan namanya sebagai dokter drummer.

Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Simak perbincangan Yovie Widianto dan Renitasari Adrian dalam program IDEnesia Metro TV, Kamis, 25 Mei 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)