The Big Bad Wolf, Bursa Buku Impor Diskon hingga 90%

Agustinus Shindu Alpito    •    10 Januari 2016 09:51 WIB
buku murah
The Big Bad Wolf, Bursa Buku Impor Diskon hingga 90%
Ilustrasi bursa buku murah (Foto:Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi pecinta buku, tak ada yang lebih nikmat dari menyelami jutaan buku dengan potongan harga hingga 90 persen.

The Big Bad Wolf yang akan menggelar ajang bursa buku  impor murah di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, pada 25 Maret 2016.

The Big Bad Wolf sudah digelar sebanyak tujuh kali di Malaysia. Dengan potongan harga yang cukup gila, bursa ini selalu dibanjiri.

Di Indonesia, rentang harga jual per buku di ajang ini mulai dari Rp75 ribu hingga Rp200 ribu. Buku yang dijual lengkap dari berbagai kategori. Mulai hobi, pelajaran, fiksi, hingga non-fiksi. Buku-buku itu berasal dari Amerika Serikat dan Inggris.

Andrew YAP, Managing Director dari Book Xcess, selaku penyuplai lebih dari tiga juta buku dalam bursa ini mengatakan, tujuan utama menjual buku dengan harga murah ialah sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

"Awalnya, kami ingin meningkatkan kesadaran membaca di Malaysia. Lalu kami berpikir bisakah kami melakukan hal yang sama di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara? Kami juga diundang ke Singapura, tetapi mereka sebetulnya tidak butuh kami, karena sistem pendidikan di sana cukup baik. Sedangkan di Indonesia, buku seperti sesuatu yang mewah, sehingga bagi kami akan lebih berguna jika datang ke Indonesia," kata Andrew Yap kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2016.

Guna merangsang animo masyarakat Indonesia untuk mengunjungi The Big Bad Wolf, penyelenggara menyiapkan acara lelang buku.

Buku-buku yang akan dilelang adalah buku edisi  terbatas yang diburu para kolektor, salah satunya buku bertema Star Wars.

Metrotvnews.com terpancing mengorek lebih dalam bagaimana mereka mendapatkan buku-buku impor dengan harga yang sangat miring.

Dan, seperti ini penjelasan Andrew Yap.

"Kami memulai perusahaan ini bukan berdasarkan profit. Profit bagi kami nomor empat atau lima. Nomor satu bagi kami adalah membuat aktivitas membaca menjadi sesuatu yang terjangkau. Para penerbit yang memiliki visi meningkatkan minat baca lantas melihat kami dan menjual buku pada perusahaan kami dengan harga yang sangat-sangat murah. Dan kami mengambil untung yang sangat-sangat kecil," jelas Andrew.

Dia melanjutkan, "Kami menggelar pameran yang biayanya murah. Kami memotong jalur penjualan buku pada umumnya yang butuh biaya untuk sewa toko, penjaga, dan lainnya, di mana itu bisa membuat harga buku jadi mahal."

Buku-buku impor yang dijual dalam ajang ini termasuk buku-buku best-seller dan buku-buku eksklusif yang dikenal mahal.

Bursa buku tersebut akan digelar selama 10 hari dan menjual lebih dari tiga juta buku. Guna memanjakan pecinta buku, bursa akan dibuka selama 24 jam pada akhir pekan, dan tutup pukul 24.00 pada hari kerja.
(ROS)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

4 days Ago

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, K…

BERITA LAINNYA