Film "Nada Untuk Asa" Terinspirasi dari Narasumber Mata Najwa

Agustinus Shindu Alpito    •    26 Januari 2015 19:13 WIB
mata najwa
Film
Foto: Press conference

Metrotvnews.com, Jakarta: Yurike Ferdinandus, salah satu narasumber acara Mata Najwa episode "Hidup Dalam Stigma" yang tayang pada Oktober 2013 menjadi inspirasi bagi sutradara Charles Gozali untuk menggarap sebuah film drama inspiratif.

Beberapa bulan kemudian, Charles bersama sederet pemeran papan atas seperti Marsha Timothy, Acha Septriasa, Mathias Muchus, Darius Sinathrya, Butet Kartaredjasa, hingga Wulan Guritno mewujudkan gagasan Charles itu dalam film, "Nada untuk Asa".

"Nada untuk Asa" menceritakan bagaimana perjuangan seorang penderita HIV bernama Nada (Marsha Timothy). Nada mendapat penyakit itu dari suaminya. Sayangnya, Nada menyadari itu ketika suaminya telah meninggal dan dia memiliki anak balita yang kemudian diketahui juga mewarisi penyakit itu.

"Terinspirasi ibu Yurike, tidak 100 persen sama kisahnya (dengan ibu Yurike). Ada konten tentang HIV di film ini, tetapi film ini lebih bicara tentang keberanian untuk hidup. Inspirasi jika hidup terstigma, mereka punya keberanian untuk berani hidup," kata Charles usai melakukan pemutaran terbatas "Nada Untuk Asa" di Jakarta, Senin (26/1/2015).

Nada dan Asa hidup dalam stigma. Penolakan demi penolakan mereka alami tak berkesudahan, tetapi itu tidak membuat mereka menyerah dalam hidup.

"Nada untuk Asa" dengan sukses menghadirkan drama yang menyentuh di setiap adegan. Bagaimana beban berat yang dialami penderita HIV dengan segala anggapan miring dari masyarakat. Belum lagi, mereka harus bertarung mengarungi waktu di tengah penyakit yang bisa saja memakan nyawa sewaktu-waktu.

Melibatkan beberapa nama besar membuat urusan akting dalam film ini tidak perlu diragukan lagi.

Untuk urusan soundtrack, tim produksi melibatkan Pongki Barata yang hadir dengan empat lagu sekaligus, "Aku Milikmu", "Aku Kamu Disini", "Setulus Aku", "I Miss You".

Film ini mulai tayang serentak di seluruh bioskop pada 5 Februari 2015.


(AWP)