Lukman Sardi Sutradarai Film "Di Balik 98"

Triyanisya    •    20 Desember 2014 01:58 WIB
film dokumenter
Lukman Sardi Sutradarai Film
Foto: Metrotvnews.com / Triyanisya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktor Lukman Sardi telah lama ingin menyutradarai sebuah film panjang. Akhirnya, ia pun berhasil menyelesaikan proses produksi film "Di Balik 98" yang sebelumnya berjudul "Di Balik Pintu Istana".

Film drama keluarga yang dibalut percintaan ini menceritakan latar belakang tragedi tahun 1998 silam. Namun, Lukman meyakinkan bahwa filmnya hanya memberi gambar drama kehidupan tanpa bermaksud menjelek-jelekkan pihak tertentu.

"Gue melihat pada saat '98 begitu banyak harapan orang berantakan, makanya gue ambil sudut pandang humanisme. Kenapa keluarga, dan menambah sisi komersil hal yang paling mudah dicerna adalah percintaan. Drama keluarga dengan bumbu percintaan berlatar '98," beber Lukman saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2014).

Ada beberapa karakter utama yang menjadi penggerak cerita di film ini. Dari sudut pandang mahasiswa ada Chelsea Islan dan Boy Williams, lalu Donny Alamsyah dan Fauzi Baadila di sisi militer, Verdi Solaiman dan Alya Rohali dari sudut pandang petugas rumah tangga istana, dan Teuku Wisnu Wikana yang mewakili rakyat kecil.

Lukman yang sebelumnya pernah membuat film pendek, bersyukur mendapatkan kepercayaan dari produser untuk menjadi sutradara di film yang cukup besar ini. Ia pun menilai, banyak tantangan yang harus ia hadapi selama menyutradarai film tersebut.

"Tantangannya bagaimana menciptakan sesuatu dari nol sampai jadi. Kalau aktor hubungannya hanya dengan skrip, karakter, dan sutradara. Kalau sutradara berhubungan dengan semuanya," kata Lukman.

"Di Balik 98" melakukan proses syuting di beberapa kawasan Jakarta hingga ke Istana Bogor. Lokasi syuting juga menjadi tantangan sendiri bagi aktor peraih Piala Citra itu. Bukanlah hal mudah baginya untuk memakai gedung MPR dan tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan tragedi '98 lainnya.

"Kami memakai gedung MPR, syuting dua hari dan menutup jalan satu hari penuh, pas adegan penembakan di Trisakti," kata  

Luman mengakui, syuting kali ini memakan proses yang panjang. Mulai dari proses perizinan yang sulit, karena Lukman menggunakan alat negara seperti Tank dan Panser. 

"Sebuah proses yang panjang, kami syuting tahun lalu di bulan Desember. Dari berbagai proses akhirnya tayang di Januari 2015," tutup Lukman. 

Film "Dibalik 98" tersebut akan tayang pada 15 Januari 2015.


(AWP)