Ustaz Felix Siauw Kritisi Film 'Dracula Untold'

Triyanisya    •    21 Oktober 2014 15:48 WIB
film asing
Ustaz Felix Siauw Kritisi Film 'Dracula Untold'
Ustaz Felix Siauw (Foto:Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ustaz Felix Siauw mengkritisi film terbaru Holywood "Dracula Untold". Dia bahkan menjabarkan panjang lebar ulasan terkait film tersebut dan sejarah drakula dalam blognya, felixsiauw.com.

"Bagi saya, Dracula punya tempat tersendiri dalam benak. Bukan karena saya fans Dracula, tapi lebih kepada secara historis, banyak sekali tokoh-tokoh yang terdistorsi, dan akhirnya berujung pada penggambaran tidak sebenarnya. Termasuk Dracula yang sebenarnya punya kelindan (kaitan) sejarah dengan sejarah Islam," tulisnya dalam blog pribadinya berjudul "Dracula Untold; Upaya Stigmatisasi Negatif Islam" pada 15 Oktober 2014.

Sebagai seorang muslim yang menggemari sejarah, khususnya sejarah khilafah Utsmani dari masa kebangkitan dan kejayaan Utsmani (1453-1571), Ustaz Felix merasa drakula menjadi begitu penting baginya karena berkaitan erat dalam rentang waktu yang ia dalami sejarahnya.

Ia mengatakan, drakula berkaitan dengan tokoh sentral yang membawa Utsmani ke masa gemilang, yaitu Sultan Mehmed II Al-Fatih. Juga berkaitan dengan serentetan peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya.

Namun sayang, semua film tentang drakula yang dibuat Hollywood, tidak tepat. Meski menurutnya, film "Dracula Untold" merupakan film tentang drakula yang paling mendekati sejarah asli, tetap saja film tersebut dibumbui takhayul dan segala hal yang tidak tepat tentang drakula.

Tak hanya kecewa pada kisah "Dracula Untold," Ustaz Felix juga menyayangkan semua kisah drakula yang dibuat Hollywood (Baca: 5 Film Drakula Populer). Dia menuding sang penulis cerita drakula legendaris, Bram Stoker. Menurut Felix, dalam puluhan novel tentang drakula yang ditulis Bram, penggambaran sosok drakula tidak tepat. Seperti setan, hidup di kastil mengerikan, bersandingan dengan vampire, dan tokoh-tokoh mengerikan lainnya.

Ustaz Felix menilai, Dracula memang sadis dan mengerikan, namun drakula versi Bram Stoker bukanlah yang sebenarnya. Ada bagian yang menyudutkan Islam. Dia sangat kecewa bagaimana Hollywood menyesatkan dunia, menjadikan Islam dan muslim sebagai sosok anatagonis dan kekejaman Vlad seolah dihumanisasi, dianggap wajar demi melindungi keluarganya, dan mempertahankan dunia Barat, Kristen sebagai protagonis.

Padahal, faktanya sejak belia Vlad III Dracul (Dracula) sudah disumpah dalam Ordo Naga yang dibentuk untuk memerangi kaum Muslim. Vlad III juga tidak pernah menguasai Transylvania, namun wilayah yang diwariskan kepadanya adalah wilayah Wallachia, Rumania. Dia adalah anak dari Vlad II yang menyerah kepada kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani pada masa Murad II, ayah Mehmed II. Mehmed II dan Dracula memang berseteru, namun Mehmed tidak pernah mati di tangan Dracula. Yang terjadi justru sebaliknya, Dracula yang kalah dalam perseteruan dengan Mehmed II.

"Menurut saya, kisah tentang Dracula yang dibuat di Hollywood itu seperti menyudutkan Islam. Dari segi waktu, tidak tepat, dari segi sejarah juga banyak sekali yang dipelintir, banyak tokoh-tokoh yang terdistorsi, dan akhirnya berujung pada penggambaran yang tidak sebenarnya," ujar Ustaz Felix kepada Metrotvnews.com.

Ia menyayangkan, Hollywood membuat seolah-olah Islam adalah yang paling jahat. Padahal pada faktanya, Islam melindungi masyarakat saat itu dari kekejaman.

"Hollywood memang pintar berpropaganda dengan memelintir sejarah, dan menjadikan Kesultanan Turki yang muslim seolah beringas, barbar, kejam dan tak berprikemanusiaan. Padahal, dalam kenyataan justru sebaliknya. Pasukan muslim adalah pasukan penuh kebaikan, kekesatriaan, dan menunjukkan nilai-nilai dasar seperti keberanian, kejujuran, kasih sayang dan pengampun," bebernya.

Meski belum menonton film "Dracula Untold," Ustad Felix tidak menyarankan untuk menonton film tersebut. Jika masyarakat sudah telanjur menonton, ia berharap untuk segera mencari tahu kebenaran sejarah tentang Dracula.

Ustaz Felix menulis sebuah novel sejarah berjudul "The Chronicles of Ghazi" yang menceritakan sejarah yang benar tentang Kesultanan Turki Utsmani termasuk Dracula.

"Karena itulah, saya dan Sayf Muhammad Isa, menulis kisah sebetulnya dari para pejuang Islam dari Turki Utsmani ini, yang bangga menyebut dirinya pejuang Allah, Ghazi. Di mana Dracula juga menjadi bagian penting daripada penceritaan ini. Dan secara sejarah, isi novel ini juga mampu dipertanggungjawabkan. Karenanya, kami menyebutnya novel sejarah, menghibur secara benar, menanamkan karakter mulia kepada anak tanpa menipu," tutupnya.


(ROS)