Marcello Terjebak di Jalur Alternatif

Agustinus Shindu Alpito    •    10 Agustus 2017 14:11 WIB
marcello tahitoe
Marcello Terjebak di Jalur Alternatif
Marcello (Foto: Antara/Agus Apriyadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada 2016, Marcello Tahitoe percaya diri melepas album dengan titel yang cukup menjanjikan, Jalur Alternatif. Musisi yang awalnya dikenal karena lagu Pergi Untuk Kembali itu bukan saja mengubah haluan musiknya, tetapi juga melepas citra diri yang sebelumnya telah identik dengannya, yaitu penyanyi pop yang identik dengan lagu melankolis.

Jalur Alternatif adalah citra baru Marcello. Marcello bahkan berani untuk menanggalkan nama “Ello” sebagai wujud transformasi diri.

Harus diakui, Marcello memang terlihat lebih matang di album Jalur Alternatif. Lebih bereksperimen dengan distorsi dan pukulan drum yang agresif, meski dari segi konten Marcello masih banyak bicara seputar cinta. Album Jalur Alternatif pun dibuat dengan melibatkan musisi-musisi top. Antara lain Ridho “Slank,” Baron, Ikmal Tobing, Brian “Sheila On 7,” Yoyo “Musikimia,” dan Magi “/rif.”

Album Jalur Alternatif merupakan buah dari paparan musik alternatif - terutama grunge - yang telah mendarah-daging di tubuh Marcello.

"Awal gue bermain musik itu waktu lihat dokumenter Nirvana. Lagu pertama waktu gue belajar gitar itu About A Girl (Nirvana) dan Married With Children (Oasis). Gue juga kebetulan ulang tahunnya sama kayak Kurt Cobain, gue tahu itu setelah ada Wikipedia. Grunge itu cinta pertama gue di musik," kata Marcello dalam diskusi soal musik grunge, yang digelar dua tahun silam.

Dari segi musikalitas, Marcello sebenarnya sudah berada di dalam jalur yang dia kehendaki. Sebuah jalan yang butuh proses panjang untuk dia temukan. Bahkan, Marcello mengaku hampir menyerah dengan karier musik yang telah dia rintis, karena tidak menemukan titik temu antara rasa dalam diri dan tuntutan industri.

"Gue lumayan hampir menyerah waktu 2006-2009. Gue enggak tahu mau ngapain lagi. Keretamu, itu gue merasa jadi yang terakhir gue bikin lagu yang gitu-gitu. Gue pikir harus cari (pekerjaan) lain, musik sudah saja. Tetapi itu berubah karena lagu Masih Ada. Lagu itu yang membawa gue lagi setelah tiga tahun enggak keluar. Sampai akhirnya ada satu generasi yang tidak kenal Ello dengan lagu Pergi untuk Kembali. Mereka tahunya Ello yang menyanyikan lagu Masih Ada," kata Marcello kepada Metrotvnews.com, saat perilisan album Jalur Alternatif, Maret 2016.

Marcello perlahan mulai menemukan rasa optimis ketika melihat adanya pergeseran yang masif dalam industri musik. Ketika teknologi bersinergi dan semakin membuka jalan bagi para musisi “idealis.”

"Gue melihat musik di Indonesia butuh variasi. Semakin ke sini, gue semakin lihat jarak antara mainstream dan sidestream makin besar. Mereka (musisi) yang tidak pernah muncul di televisi tetap bisa hidup sampai sekarang. Akhirnya, gue pikir kenapa enggak gue bikin yang gue suka saja.”

"Dengan album Jalur Alternatif, gue merasa ini album perdana gue sebagai Marcello Tahitoe dan gue sudah punya dua album lagi yang seperti ini. Gue jalani saja," ujarnya enteng.

Kamis, 10 Agustus 2017, sekitar satu setengah tahun setelah album Jalur Alternatif dirilis, nama Marcello ramai diperbincangkan di media sosial, dan media massa. Dia ditangkap polisi atas kasus kepemilikan ganja.

Musisi 34 tahun itu mau tidak mau menghadapi urusan yang tentu menghambat kariernya. Jalur alternatif yang tengah dirintisnya ternyata membawanya pada peristiwa-peristiwa tak terduga. Sebuah keputusan “alternatif” bercengkrama dengan substansi yang juga dilakukan idolanya, Kurt Cobain.

Marcello diketahui juga memiliki tatto bertuliskan angka 4:20 di bagian tangan kanannya. Kita semua tahu bahwa “4:20” kerap diasosiasikan dengan kode penggunaan ganja, atau kode bentuk dukungan legalisasi ganja.

Lepas dari apa yang tengah menimpa Marcello, semoga saja jalur alternatif yang dia lalui membawanya pada akhir yang baik.


 


(ELG)