Keseruan Endank Soekamti Rekaman di Atas Kapal Menyusuri Laut Papua

Elang Riki Yanuar    •    14 Juni 2017 19:43 WIB
endank soekamti
Keseruan Endank Soekamti Rekaman di Atas Kapal Menyusuri Laut Papua
Proses rekaman Endank Soekamti (Foto: dok. Endank Soekamti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses rekaman album kedelapan Endank Soekamti memasuki hari terakhir. Band asal Yogyakarta ini begitu menikmati proses rekaman yang dilakukan di atas kapal pinisi Kurabesi Eksplorer.

Lebih dari 20 hari kegiatan rekaman Endank Soekamti dijalani. Baik itu yang berkaitan dengan proses rekaman album, maupun kegiatan mengajar anak-anak yang tinggal di pesisir Kepulauan Raja Ampat.

Untuk proses rekaman bisa dikatakan telah selesai. Di awali proses rekaman untuk drum yang selesai dalam waktu hanya dua hari, dilanjutkan rekaman bass dalam satu hari, rekaman gitar empat hari, dan rekaman vocal termasuk pembuatan liriknya memakan waktu kurang lebih seminggu.

"Ini adalah take drum tercepat yang pernah terjadi selama sejarah rekaman album Endank Soekamti," kata Erix Soekamti dalam keterangan tertulisnya.

Bagi sang drummer, The Super SAS, ini adalah salah satu pencapaian yang luar biasa karena selain pengalaman rekaman outdoor pertama, juga karena ini adalah rekaman drum tersingkat yang pernah dilakukannya selama berkarier menjadi drummer untuk pembuatan sebuah album.
 

Proses rekaman Endank Soekamti (Foto: dok. Endank Soekamti)

Sebagai gambaran, dalam waktu dua hari tersebut drummer yang juga dikenal sebagai Tony Soekamti ini mampu menyelesaikan seluruh materi rekaman sebanyak total 14 track.
 
"Cepatnya proses take drum karena lokasi dan kondisi yang mendukung, sehingga bisa lebih fokus menyelesaikan tanggung jawab ini," jelas The Super SAS.


Proses rekaman Endank Soekamti (Foto: dok. Endank Soekamti)


Proses rekaman drum dilakukan di Teluk Kabui yang tenang, tak terjangkau sinyal selular, dan dikelilingi perbukitan kapur. Sehingga selain sepi karena tak banyak orang berkunjung ke sini, juga nyaris tidak terdengar suara angin yang dikhawatirkan masuk ke microphone.
 
"Ini pengalaman yang seru. Ternyata hal-hal yang dikhawatirkan, seperti gangguan suara angin dan mesin kapal, tidak terjadi," ujar Tony.


Proses rekaman Endank Soekamti (Foto: dok. Endank Soekamti)


Sedangkan proses rekaman lainnya seperti bass, gitar, dan vokal juga tidak mengalami kendala yang berarti.
 
"Karena kita sudah pernah melakukan rekaman outdoor studio ini dua tahun lalu, termasuk rekaman di atas kapal saat mengerjakan album Soekamti Day," jelas Dory Soekamti.


Proses rekaman Endank Soekamti (Foto: dok. Endank Soekamti)

Mereka berencana kembali ke Yogya pada 22 Juni, tetapi seluruh alat musik sudah terlebih dulu dipulangkan. Namun, ketika tidak ada alat musik mereka justru mendapat ide baru. Alhasil, mereka melakukan rekaman di sebuah studio di Manokwari dengan peralatan yang tersedia di sana.

"Di luar kegiatan pembuatan album ke-8, Endank Soekamti juga melakukan kegiatan mengajar dan berbagi dengan anak-anak di pesisir Papua Barat, yang telah dilakukan di tiga desa yaitu di Wawiyai, Arborek, dan Sawinggrai. Terima kasih doa dan dukungan semua pihak sehingga kegiatan Endank Soekamti di Papua ini berjalan lancar hingga hari ini," tutup mereka.

 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

6 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA