Heals Lega Usai Rilis Album Perdana

Elang Riki Yanuar    •    20 Juli 2017 21:22 WIB
musik indonesia
Heals Lega Usai Rilis Album Perdana
Heals (Foto: dok. ffwdrecords)

Metrotvnews.com, Jakarta: Satu tahun sejak dirilisnya single Wave dalam bentuk kaset, grup musik shoegaze asal Bandung, Heals merilis album penuh pertamanya Spectrum di bawah naungan FFWD Records, label yang sama yang menaungi Mocca, dan The S.I.G.I.T.

Alyuadi Febryansyah (Vokal, Gitar), Reza Arinal (Vokal, Gitar), Muhammad Ramdhan (Gitar), Octavia Variana (Vokal, Bass) dan Adi Reza (Drum) telah menempuh proses kreatif dan produksi yang cukup panjang ketika menyelesaikan Spectrum.

Para personelnya menghabiskan beberapa malam di sebuah rumah sewaan agar dapat fokus berkumpul dan bertukar ide. Beberapa materi baru lahir dari kegiatan tersebut, meskipun ada pula lagu yang diciptakan secara mendadak ketika proses rekaman berlangsung.

Menanggapi dirilisnya album ini, Alyuadi menganalogikannya seperti menjadi binatang peliharaan.

"Ibaratnya kami adalah seekor kucing yang dirawat, diberi makan enak, tapi masih di dalam kandang. Sekarang akhirnya keluar, rasanya lega sekali," kata Alyuadi dalam keterangan tertulisnya.

Heals, yang mengakui banyak terinfluens oleh band-band seperti My Bloody Valentine, My Vitriol, hingga Cocteau Twins, tetap mempertahankan ciri khas mereka pada album debutnya. Formula shoegaze, yakni distorsi berlapis serta vokal melodius dan mengawang tidak menghalangi Heals untuk menciptakan lagu-lagu yang catchy sekaligus eksploratif.



Sesuai dengan maknanya, sepuluh lagu di dalam Spectrum secara garis besar menceritakan tentang gabungan fantasi kehidupan manusia dari perspektif masing-masing personel Heals.

Penyatuan referensi yang beragam itu dianalogikan sebagai sebuah 'prisma.' Kelimanya telah berkawan sejak lama dan pernah menjalani fase memainkan musik ‘esktrim’ bersama. Sehingga meski mengangkat kisah yang berbeda-beda, semuanya memiliki karakteristik yang serupa.

Misalnya saja pada lagu Lunar yang menggambarkan impresi abstrak yang muncul kala berhubungan dengan seseorang. Lalu di lagu Azure yang cukup lugas, bercerita tentang pria yang menjalani hari-harinya di luar stereotip maskulin.

 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA