Musisi Merasa Dihargai karena Diberi Royalti

Cecylia Rura    •    28 Maret 2018 16:05 WIB
pembajakan musik
Musisi Merasa Dihargai karena Diberi Royalti
Konferensi pers remunerasi atau hak royalti atas karya musisi di Indonesia. (Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Sejumlah Lembaga Manajemen Kolektif memberi perhatian khusus terkait royalti atas karya para musisi. Di antaranya Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI), Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO), Asosiasi Produser Rekaman Indonesia (ASPRINDO), dan Performers' Rights Society of Indonesia (PRISINDO).

Perhatian itu dirasakan betul oleh Astrid ketika bergabung sebagai anggota PRISINDO sehingga ia dapat mengetahui seberapa besar apresiasi terhadap karya musiknya.

"Kabar baik buat pemusik dan performer. Selama ini kita selalu bertanya, royalti ke mana nih, tapi akhirnya kita mendapatkan jalan walaupun ini masih dalam hak karaoke dan non karaoke. Ini adalah langkah besar," kata Astrid dalam konferensi pers remunerasi karya pelaku industri musik di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta

"Awalnya saya tidak menyangka lagu saya Jadikan Aku Yang Kedua, sampai saat ini saya masih pakai royalti dari lagu itu, sudah 10 tahun lalu. Berkat PRISINDO jadi tahu lagu mana saja sih yang dinyanyikan di karaoke. Ini sangat detail dan mudah dimengerti. Cukup puas," kata Astrid.

Hal senada disampaikan Ade dari band Govinda. Selaku komposer lagu, Ade ikut mendapatkan hak royalti dari karya musiknya yang dinyanyikan para musisi.

"Kalau dulu kebetulan aku banyak arrange lagu bareng Jeje, cuma dibayar pas awal produksi. Booming, kami enggak dapat apa-apa. Sekarang kaget tiba-tiba kerasa banget di lagu Anji, Dia, yang tadinya mikir enggak bakal dapat royalti. Dari karaoke kami sebagai musisi kerasa banget. Senang dihargai, mengaransemen akan lebih dipikirkan, lebih disiapkan, lebih jualan lagi," kata Ade di kesempatan yang sama.

Indra The Rain juga memaparkan hal senada sambil mengimbau para musisi untuk lebih bertanggung jawab atas karya yang dihasilkan.

"The Rain berjalan sebagai band indie. Tinggal niat dari artisnya sendiri mengelola karyanya. Tantangan buat musisi sekarang adalah tidak hanya urusan musik tapi juga bertanggung jawab secara bisnis, hal-hal manajerial. Kalau cuma berkarya ke label, dengan bergabung di PRISINDO sebagai salah satu bentuk tanggung jawab musisi sendiri," kata Indra.

Cara ini diharapkan dapat lebih banyak diminati oleh musisi Indonesia agar karya mereka ikut diapresiasi oleh pengguna musik. Selain lagu, pihak pelaku industri seperti produser dan artis ikut mendapatkan hak terkait atau royalti atas karya rekaman.

Ketua PRISINDO Koes Hendratmo ikut mengimbau agar lebih sering berkomunikasi dengan pihak terkait agar lebih mudah saat mengurus royalti.

"Melalui acara ini kami berharap teman-teman artis, penyanyi dan pemusik bisa melengkapi lagi data-data dan berkomunikasi. Pada saat distribusi kami terus terang kesulitan membuat proses invoicing jadi agak sulit karena invoice perlu dilakukan untuk mendapat royalti dan ditandatangani langsung," kata Ketua PRISINDO Koes Hendratmo.



 


(ELG)