Komersialisasi Cover Lagu Akad

Wawancara Is Payung Teduh: Ini Sebuah Peringatan!

Agustinus Shindu Alpito    •    28 September 2017 10:29 WIB
payung teduh
Wawancara Is Payung Teduh: Ini Sebuah Peringatan!
Payung Teduh (Foto: MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesuksesan singel Akad  dari Payung Teduh meninggalkan jejak ironi. Hal itu datang justru dari mereka yang mengapresiasi Akad  dengan cara salah.

Akad, singel baru dari album Payung Teduh yang akan datang benar-benar membanjiri jagat internet. Entah sudah berapa versi cover dari lagu ini, mulai dari versi reggae hingga punk rock. Namun, ada beberapa pihak yang mencoba mencari keuntungan secara barbar dari popularitas lagu ini.

Hal itu lantas mengusik Mohammad Istiqamah Djamad alias Is, vokalis Payung Teduh, hingga akhirnya dia mengunggah sebuah video peringatan bagi mereka yang melakukan eksploitasi ilegal lagu Akad. Video itu diunggah Is ke akun Instagram pribadinya, @pusakata.

Saat dikonfirmasi oleh Metrotvnews.com, pada Rabu (27/9/2017), via WhatsApp, Is mengaku tidak masalah soal berbagai cover lagu Akad yang beredar. Namun dia mempermasalahkan pihak-pihak yang merekam ulang lagu Akad dan menjualnya di kanal-kanal streaming musik atau toko musik digital.

"Ini bukan somasi, ini sebuah peringatan. Sebenarnya obrolan saya di Instagram itu jelas untuk orang yang memproduksi rekaman terus jualan di iTunes atau Spotify, bahkan ada yang sudah bikin RBT (Ring Back Tone). Tetapi sudah di take-down. Kami pun suka membawakan lagu orang lain di panggung, dan bukan sebuah kebohongan saya rasa semua orang, band kecil atau besar, band dari Inggris, Amerika, atau Indonesia pernah membawakan lagu orang. Tetapi bukan berarti merekam lagu orang dan menjualnya di kanal-kanal digital, itu yang kami tegur dan ingin kami tindak," kata Is.

Is juga membeberkan sejumlah modus dari Youtubers nakal yang mengakali sistem pelacak hak cipta untuk memaksimalkan monetisasi demi keuntungan pribadi.

“Kita ketahui bersama di YouTube ada sebuah sistem yang bisa melacak sebuah karya. Sehingga saat terjadi monetisasi sebuah lagu akan langsung dialirkan si penulis lagu atau komposer asli. Namun, pada kenyataannya ada yang mengubah judul dan lirik, sistem di YouTube kadang menganggap itu sebagai materi baru. Sementara monetisasi itu terus terjadi. Saya tidak menegur soal duit, saya menegur soal etika untuk meminta izin kepada komposer (atau empunya lagu) ketika sudah berhubungan dengan kegiatan produksi dan menjual di kanal digital. Itu fokus saya. Jadi, bukan tidak boleh meng-cover. Saya juga bilang (dalam video yang diunggah ke Instagram) terimakasih saya senang sekali dan tidak masalah dengan cover, yang penting izin (jika ingin melakukan produksi, monetisasi dan menjualnya).”

Saat ini Payung Teduh sudah menempuh berbagai cara, termasuk mencekal lagu cover Akad  yang dijual via RBT dan Spotify tanpa izin. Menurut Is, apa yang dilakukan Payung Teduh adalah bagian dari edukasi. Hal ini mereka tempuh agar terwujud literasi pada masyarakat perihal hak cipta sebuah karya musik.

“Ini menjadi bagian edukasi dari musisi. Ketika musisi diam dengan hal seperti ini sama saja dengan pembiaran, mungkin ini terjadi karena selama ini kita selalu diam. Hingga akhirnya orang mencomot karya kita, mencabut rumput kita dan kita diamkan. Sebuah kesalahan dan tidak mendidik untuk mendiamkan,” tegas Is.

Is juga menjelaskan bahwa pihak Payung Teduh terbuka atas berbagai kerjasama. Sehingga bagi mereka yang ingin membawakan ulang karya Payung Teduh secara profesional dan melakukan komersialisasi, tidak perlu sungkan untuk bertemu pihak Payung Teduh.

"Kami kalau bisa dari awal, duduk ngopi dan nge-teh bareng kalau memang niatnya ingin kerjasama. Kami bukan band yang sangat eksklusif. Bahkan kami bukan band, kami komunitas yang akhirnya didulang menjadi sebuah grup musik."

Sebelum menutup wawancara, Is sekali lagi menegaskan bahwa langkah yang saat ini dilakukan Payung Teduh bukan berarti mereka melarang para penggemar untuk meng-cover lagu-lagu mereka. Payung Teduh tetap mempersilakan penggemar untuk meng-cover atau mengapresiasi karya musik Payung Teduh dengan gaya dan cara masing-masing, tetapi jika sudah masuk ke ranah komersialisasi, Payung Teduh tetap menginginkan adanya izin legal.

Video musik Akad  sendiri sempat mengalami masalah hak cipta, hingga akhirnya diunggah ulang oleh Payung Teduh ke YouTube. Pada Rabu (27/9/2017) dini hari, video musik Akad yang diunggah ulang oleh akun Payung Teduh Official pada 4 September 2017 telah ditonton lebih dari 18 juta kali oleh pengguna YouTube.

Hal ini menjadikan Akad  sebagai salah satu lagu pop Indonesia paling populer pada saat ini.




(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA