Honne Terkesima dengan Penggemar di Indonesia

Agustinus Shindu Alpito    •    14 Maret 2017 12:22 WIB
musik barat
Honne Terkesima dengan Penggemar di Indonesia
(Foto: Billboard)

Metrotvnews.com, Jakarta: Duo pop-elektronika asal Inggris, Honne, tampil di acara 7th Music Gallery yang digelar di Kuningan City, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Tampil sebagai penutup, Honne yang terdiri dari Andy Clutterbuck dan James Hatcher itu menjadi magnet bagi penonton. Grup yang baru memiliki satu album penuh itu mendapat sambutan luar biasa.

"Kami belum pernah mendengar penonton bernyanyi sangat keras saat menonton kami. Sudah pasti semalam adalah penonton paling ramai yang pernah ada," kata Honne saat ditemui di Artotel, Minggu (12/3/2017).

Honne sangat terkesan dengan penggemarnya di Indonesia, yang datang saat mereka tampil. Tidak lain karena penonton di sini sangat antusias, meski nama Honne belum terlalu populer secara umum.

“Saat kalian mendapat penonton paling banyak, dan bersemangat karena penonton bernyanyi begitu keras, dan itu yang terjadi semalam, itu seperti ‘keintiman yang besar,’” lanjut Honne menggambarkan situasi tampil di Jakarta.

Honne besar karena internet. Dia meraih simpati lewat SoundCloud. Lantas, semua mengalir begitu saja.  Singel Warm on a Cold Night, lagu yang sama dengan judul album debut Honne, telah disaksikan 3,5 juta kali di YouTube.



Angka itu terbilang kecil bila dibandingkan musisi pop luar negeri yang populer di Indonesia. Namun sebuah pencapaian yang baik untuk sebuah grup yang tengah merintis karier.

“Kami menjadi sangat bersyukur kami tumbuh di saat musik kami dapat dibagi ke orang-orang dengan gratis. Saat beberapa tahun lalu mungkin orang bisa marah ketika mengetahui album mereka ada di pasaran secara ilegal dan tidak mendapatkan uang dari hal itu. Bagi orang-orang itu rekaman  harus menghasilkan uang. Namun tidak buat kami, (membagikan lagu dengan cuma-cuma seperti di SoundCloud) itu membuat kami mencapai hal ini, karena orang bisa ‘mencoba’ terlebih dahulu sebelum benar-benar membeli.”

Strategi Honne berhasil. Mereka terlihat mengulur-ulur waktu sebelum benar-benar merilis album penuh perdana. Setidaknya ada tiga album mini yang mereka sajikan sebagai menu pembuka, sebelum menyuguhkan album penuh Warm on a Cold Night. Waktu antara keberadaan mereka dan perilisan album debut diisi dengan memperkenalkan musik mereka seluas-luasnya, memanfaatkan internet.

“Kami tidak ingin menulis lagu yang kami inginkan, lalu membaginya ke seluruh dunia dan tidak ada satupun yang mendengar lagu-lagu itu.   Menurut saya, yang akan kami lakukan di album selanjutnya - yang mana album yang sedang kami kerjakan - adalah menaruh lagu-lagu materi baru di internet, baru merilis album. Karena kami ingin membangun audience terlebih dulu,” papar Andy Clutterbuck, sang vokalis.

Jakarta bukan satu-satunya tempat yang mengejutkan bagi Honne. Mereka juga terkejut saat tampil di Albania, di hadapan 20 ribu penonton. Namun Honne punya alasan tersendiri memuji penggemarnya di Indonesia, karena meski jumlah penonton tidak sebanyak di Albania, penggemar mereka di Indonesia mampu membuat ruang konser terjaga dengan paduan suara masal, mulai dari lagu pertama hingga lagu terakhir.

"Kami tidak menyangka akan segila semalam," ungkap Honne.




(DEV)

Giring

Giring "Nidji," Keputusan Vakum dan Visi Politik

1 day Ago

Setelah lima belas tahun Bersama Nidji, Giring Ganesha mengambil keputusan besar untuk vakum.

BERITA LAINNYA