30 Tahun Lalu, Bassist Metallica Cliff Burton Tewas Kecelakaan

Agustinus Shindu Alpito    •    27 September 2016 18:43 WIB
metallica
30 Tahun Lalu, Bassist Metallica Cliff Burton Tewas Kecelakaan
Cliff Burton (Foto: via classicrockstar)

Metrotvnews.com, Jakarta: 27 September 1986, sebuah insiden pilu dialami grup cadas yang tengah jadi sorotan pada saat itu, Metallica. Cliff Burton, bassist Metallica, tewas dalam kecelakaan bus.

Kala itu Metallica baru saja bergabung dengan label mayor dan merilis album komersial pertama mereka, Master of Puppets (Maret 1986). Album itu semakin membesarkan nama Metallica yang sudah lebih dulu mencuri perhatian lewat dua album independen.

Master of Puppets jadi warisan tak terlupakan yang ditinggalkan Burton. Album itu memperdengarkan gaya permainan bass yang cukup beda pada saat itu. Burton mengeksplorasi permainan bass tradisional menjadi variatif dengan unsur melodi yang biasanya menjadi santapan gitaris melodi. Album ini sukses terjual lebih dari enam juta kopi di seluruh dunia. Jadwal Metallica pun semakin padat.

Baca: Metallica Umumkan Album Baru

Pada malam 26 September 1986, Metallica melakukan perjalanan tur di Swedia. Karena bus tur mereka tidak terlalu nyaman, Burton dan gitaris Kirk Hammet bermain kartu untuk menentukan siapa yang akan tidur di posisi terbaik dalam bis itu. Sang bassist mendapat kartu Ace of Spades, kartu tertinggi dan berhak memilih tempat tidur. Akhirnya Burton memilih tempat tidur Hammett.

"Oke tidak masalah, silakan tidur di tempat saya. Saya akan tidur di depan, mungkin lebih baik," kata Hammett menceritakan kejadian itu, seperti dilansir dari  UltimateClassicRock.com.

Cliff Burton semasa hidup (Foto: via classicrock)

Keesokan harinya, pada pagi hari di tanggal 27 September 1986, beberapa saat sebelum pukul 07:00, para personel Metallica terbangun karena bus tergelincir. Kepada pihak berwajib, sopir mengatakan bahwa bus tergelincir karena melalui lapisan es di jalan yang mereka lalui.

Sialnya, Burton yang memilih tempat tidur ternyaman di bus itu terlempar lewat jendela saat bis tergelincir. Malang, bus kemudian menimpa tubuh musisi berusia 24 tahun itu.

Upaya penyelamatan dilakukan dengan mengangkat bus menggunakan crane. Lagi-lagi bencana terjadi, crane tergelincir dan bus yang tengah diangkat terjatuh, menghujam tubuh Burton untuk kedua kalinya.

Vokalis James Hetfield kemudian menyusuri jalan itu dengan mengenakan kaus kaki dan pakaian dalam saja, mencari apakah benar perkataan sopir bahwa terdapat lapisan es tipis di permukaan jalan yang membuat mereka tergelincir. Hetfield tidak menemukan adanya lapisan es. Dia menduga bahwa sopir itu mabuk atau mengantuk dan tidak dapat mengendalikan bus dengan baik.


Bus nahas yang ditumpangi Metallica (Foto: via ultimateclassicrock)


Jenazah Burton kemudian dikremasi. Abunya disebar di Maxwell Ranch di California. Lagu Orion dari Metallica dibawakan dalam upacara penyebaran abu itu. Sebuah nisan peringatan dibuat di kawasan itu, bertuliskan tanggal lahir dan kematian Burton, serta penggalan lirik lagu To Live Is To Die, “Cannot the kingdom of salvation take me home.”

Baca: Sumber Energi Metallica

Rekan-rekan Burton menanggapi tragedi ini dengan berbagai cara. Mantan gitaris Metallica, Dave Mustaine, menulis lagu berjudul In My Darkest Hour untuk grup musiknya, Megadeth. Lagu itu ditulis setelah Mustaine mendengar kabar kematian Burton. Sedangkan grup musik Anthrax mendedikasikan album Among the Living untuk Burton.


Makam Cliff Burton (Foto: via feelnumb)

Pada 4 April 2009, Burton dilantik masuk ke dalam jajaran Rock and Roll Hall of Fame sebagai personel Metallica.





(ELG)