Kabar Terkini Seputar Album Terbaru The Adams

Agustinus Shindu Alpito    •    08 Maret 2018 17:02 WIB
album baru
Kabar Terkini Seputar Album Terbaru The Adams
Gitaris Saleh Husein saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Maret 2018 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Lebih dari sepuluh tahun grup The Adams absen merilis album penuh. Namun penantian itu nampaknya akan berujung dalam waktu dekat ini. Hal itu dijanjikan langsung oleh gitaris The Adams, Saleh Husein, saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Maret 2018.

“Album baru pada satu atau dua bulan lagi seharusnya sudah beres, termasuk dengan produksi dan segala macamnya. Harusnya dirilis sebulan lagi.”

Album penuh ketiga The Adams itu rencananya akan terdiri dari 12 lagu. Hingga saat ini mereka masih memilih lagu mana saja yang akan masuk ke dalam album. Untuk judul, mereka juga belum menentukan.

Untuk urusan rancangan visual album, The Adams menyerahkan kepada seniman Kemal Reza Gibran. Hal ini melanjutkan tradisi The Adams yang selalu melibatkan seniman visual pada album-album sebelumnya.

“Album pertama gue yang bikin cover-nya. Guntur (seorang) muralis, di album kedua. Dia melukis (gambar sampul album) mikrofon di album kedua. Dia beraliran hiper-realis, jadi lukisannya seperti foto.”

The Adams juga melibatkan seorang gitaris tamu dalam album ini, namun mereka merahasiakan siapa sosok gitaris itu.

Soal tema lagu-lagu pada album baru, Ale - panggilan akrab Saleh Husein - membeberkan bahwa The Adams mengalami perkembangan. Mereka kini mulai menulis lagu tentang sosial, hal yang tidak mereka lakukan di dua album sebelumnya.

“Mulai ada kritik sosial, (judulnya) Pelantur, itu menceritakan sosok yang banyak omong dan merasa paling benar. Kami enggak menyinggung politik dan agama tertentu, dalam Pelantur tidak berlandaskan azas tertentu. Jadi ada orang yang sok tahu ketemu di warung yang nyerocos soal ini-itu. Kami menamai orang seperti itu sebagai ‘pelantur.’”

Kendati ada ekspansi tema, The Adams tetap memiliki lagu “cinta.” Namun mereka mengemasnya secara universal.

“Kami sudah pada tua, ada (lagu cinta) tapi tidak secara langsung. Satu lagu yang kami ngomongin anak kami sendiri. Dengan rasa cinta kami kepada dia, tetapi kami tidak menyebutkan (sosok yang dicintai itu) anak kami. Jadi universal. Orang bisa menganggap itu cinta yang general, bisa menganggap cinta pada cewek,” imbuh Ale.

Terbentuk pada 2001, The Adams terbilang salah satu grup yang berhasil menembus berbagai iklim industri musik. Meski sempat lama tidak terdengar, nyatanya grup ini masih dirindukan para penggemarnya.

Pada Januari lalu, mantan pemain keyboard The Adams, Retiara Haswidya Nasution, meninggal dunia. Grup ini sempat beberapa kali mengalami perubahan personel, salah satu yang terbaru adalah kehadiran Pandu Fuzztoni mengisi posisi bassist dan Gigih sebagai drummer. Dua personel awal The Adams yang masih bertahan adalah Ale dan Ario (gitaris, vokalis).

 




(ASA)