Suguhan Penawar Rindu dari The Rollies di Hari Terakhir JJF 2018

Purba Wirastama    •    04 Maret 2018 23:59 WIB
festival musik
Suguhan Penawar Rindu dari The Rollies di Hari Terakhir JJF 2018
Formasi terbaru The Rollies saat tampil di Java Jazz Festival 2018 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Grup musik legendaris The Rollies tampil pada sesi petang dalam Java Jazz Festival 2018 hari terakhir, Minggu, 4 Maret. Mereka membawakan banyak lagu lama dengan sentuhan jazz rock dan funk yang terbukti tak lekang usia dan penuh tenaga.

Aula B2 JIExpo Kemayoran Jakarta berkapasitas 4.000 orang memang tak penuh penonton. Namun sebagian adalah penggemar loyal. Hampir setiap lagu dibawakan, mereka ikut bersenandung.

"Terima kasih telah menyempatkan waktu ke sini. Ini pertama kali kami tampil di Java Jazz," sapa Alfred sang vokalis.

The Rollies dibentuk di Bandung pada 1967 dan masih bertahan hingga kini. Beberapa personel berganti karena usia tak bisa ditawar. Alfred adalah vokalis pengganti kedua mendiang Gito setelah mendiang Guswin.

Lima personel lama yaitu Teungku Zulian Iskandar (saksofon/vokal), Benny Likumahuwa (trombon), Didiet Maruto (terompet), Oetje F Tekol (bass), dan Jimmy Manopo (drum). Lalu juga ada Masri (gitar), Hendro (terompet), dan Nyong Anggoman (kibor).


(Oetje F Tekol (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama))


"Kami bersyukur, 2017 lalu The Rollies berusia 50 tahun dan masih bermain untuk musik Indonesia," imbuh Alfred.

Dalam formasi ini, The Rollies membawakan 10 lagu ditambah satu permintaan dari penonton. Dibuka dengan This Time It's Real, lalu berlanjut ke Make Me Smile dan Kau yang Ku Sayang, yang diakhiri dengan nada panjang Alfred.

"Kami akan bawakan semua lagu populer," ucapnya.

Lalu ada pula Kemarau, We Got to Live, Astuti, Soul Vaccination, serta Smiling Phases. Martin Legar,  penyanyi yang disebut-sebut sebagai "reinkarnasi" Gito karena kemiripan suara, masuk untuk Astuti.

Saat Martin pamit dari panggung, dua penonton berseru, meminta lagu Burung Kecil dibawakan oleh Martin.

"Lagu ini mengingatkan kami kepada almarhum Gito," kata Alfred setelah memanggil Martin kembali.


(Martin Legar (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama))


Sebagai penutup, mereka membawakan Dansa Yok Dansa, lagu andalan ciptaan Titiek Puspa, yang kini juga diaransemen ulang oleh Java Jive dan Fariz RM. Tanpa diminta, sebagian penonton di depan berdiri dan ikut berjoget.

Lusinan penonton berteriak meminta satu lagu lagi sebagai encore. Beberapa personel tampak menimbang permohonan penggemar, kendati akhirnya tak bisa memenuhi karena panggung harus disiapkan untuk sesi selanjutnya.

 




(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA