Guns N' Roses Dituding Plagiat, Axl Rose Alami Cryptomnesia?

Agustinus Shindu Alpito    •    27 Mei 2015 16:12 WIB
gnr
Guns N' Roses Dituding Plagiat, Axl Rose Alami Cryptomnesia?
Foto: Guns N Roses / ourimgs.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasanya, hampir semua penggemar musik rock pasti pernah mendengar lagu Sweet Child O' Mine milik Guns N' Roses. Sebuah nomor yang menjadi lagu wajib yang entah telah dibawakan berapa ribu kali oleh GNR di setiap panggung di seluruh dunia.

Namun, siapa sangka bahwa ada isu plagiarisme yang menggerogoti popularitas lagu tersebut. Sweet Child O' Mine disebut meniru lagu Unpublished Critics milik Australian Crawl. (Baca juga: Apakah Sweet Child O' Mine Hasil Jiplakan?)

Ini bukan kali pertama lagu-lagu top dunia diterpa isu plagiarisme. Adu argumen ramai bermunculan di mana-mana, meski sang empunya lagu belum angkat bicara. Bagaimana sikap publik sepatutnya dalam menanggapi isu plagiarisme?

"Kalau mengenai apakah (Sweet Child O' Mine) meniru? Gue sendiri enggak bisa memastikan. Karena konsep plagiarisme dalam musik itu kisah klasik. Ada yang memang dilakukan secara sadar, ada juga plagiarisme yang dilakukan secara enggak sadar atau cryptomnesia," ujar Ricky Siahaan, gitaris band Seringai.

Menelisik lebih jauh, sangat sulit menentukan suatu karya itu orisinal atau tidak. Karena melibatkan berbagai kepentingan di dalamnya. Kasus seperti ini tidak jarang berujung ke meja hijau, demi membuktikan siapa yang lebih "asli."

Masih segar dalam ingatan ketika pada Maret lalu lagu Blurred Lines yang dibawakan oleh Pharrell Williams dan Robin Thicke dinyatakan menjiplak lagu milik Marvin Gaye, Got to Give It Up. Hasilnya, pihak pengadilan menetapkan denda sebesar USD7,4 juta kepada Pharrell dan Robin.

Kembali ke persoalan Guns N' Roses. Baru Duff McKagan dan Gilby Clarke saja yang buka suara menepis tuduhan plagiarisme ini, sementara personel yang lain masih tampak cuek, atau lebih tepatnya belum tertarik mengurus tudingan ini.

Meski banyak yang menilai ada kemiripan antara kedua lagu tersebut, tetapi terlalu dini untuk menilai telah terjadi sebuah plagiarisme di sana.

"Bisa jadi sengaja atau tidak sengaja. Karena yang gue pernah pelajari, ada juga orang yang merasa menciptakan sesuatu yang orisinil, padahal sebenarnya karyanya merupakan komposisi yang dia pernah dengar sebelumnya tapi dia tidak menyadarinya. Dia lupa. hal ini namanya cryptomnesia," lanjut Ricky.

Istilah cryptomnesia (kriptomnesia) sendiri belum lama lahir sebenarnya. Terminologi itu pertama kali digagas pada 1989 oleh psikolog Alan Brown dan Dana Murphy. Lantas di buku The Psychology of Writing yang dipublikasi tahun 1994, terminologi "cryptomnesia" kembali dijelaskan oleh psikolog kognitif Ronald T. Kellogg sebagai, "Keyakinan bahwa pikiran adalah sebuah novel, padahal faktanya adalah sebuah memori."

Secara psikologis Kellogg menjelaskan bahwa konteks kriptomnesia adalah saat dimana seorang penulis tidak menyadari bahwa apa yang ada dalam otak adalah hasil dari referensi kehidupan yang dijalani, termasuk peristiwa-peristiwa yang mungkin tidak kita sadari. Sayangnya, penulis terkadang gagal mengakui sumber gagasan dalam mengenali pikiran-pikirannya sendiri. Itulah saat di mana cryptomnesia terjadi.

Bukan tidak mungkin, Axl Rose yang menulis lirik dan melodi lagu Sweet Child O' Mine  mengalami kriptomnesia.

Di luar itu, tentu sikap fair dibutuhkan oleh seniman termasuk musisi. Bukanlah hal yang memalukan menceritakan datangnya inspirasi.

"Intinya, plagiarisme itu bisa dilihat dari dua aspek. Aspek ekonomi dan aspek moral. Kemiripan yang terjadi padahal tidak meniru juga bisa. Kebetulan," tukas Ricky.


(AWP)