Rubah di Selatan Sempat Panik Sebelum Rilis Album Perdana

Cecylia Rura    •    03 Februari 2019 12:17 WIB
band indieMusik Indie
Rubah di Selatan Sempat Panik Sebelum Rilis Album Perdana
Rubah di Selatan (Foto: Dok. Rubah di Selatan)

Jakarta: Grup musik asal Yogyakarta, Rubah di Selatan merilis album perdana bertajuk Anthera. Album ini dirilis di tahun keempat mereka bermusik.

Album Anthera bercerita tentang perjalanan yang dimulai dari lagu Selaba sebagai gerbang dimensi. Karya ini ditutup dengan Leaving Anthera sebagai pengingat hidup akan terus berputar dan berjalan. Kita diingatkan jangan berhenti dan tidak lupa dari mana berasal.

Saat merilis album, Rubah di Selatan sempat ragu karena belum memiliki pengalaman menelurkan mahakarya album.

"Sempat ada perasaan panik pas mau rilis. Karena basic kami juga belum pernah merilis album sebelumnya, jadi ini adalah album perdana Rubah di Selatan sekaligus album perdana dari masing-masing kami," kata Gilang, Gitaris Rubah di Selatan dalam keterangan tertulisnya.

Proses kreatif dimulai dari kamar kos berukuran 3x3 dan melakukan rekaman pagi untuk menghindari suara lain menginterupsi. Nama Anthera terinspirasi dari bahasa latin modern yang berarti kepala sari.



Dirilisnya album perdana sekaligus memulai perjalanan tur Rubah di Selatan dalam Anthera Tour: Part 1 di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Konsep tur mereka menggunakan special show yang belum pernah ditampilkan.

Selain dalam bentuk digital, Rubah di Selatan akan merilis album fisik dan boxset.

Rubah di Selatan saat ini beranggotakan Mallinda Zky (vokal), Gilang Pultn (gitar), Yayan "Adnan" Padz (keyboard), Ronie Udara (etnik perkusi). Mereka dibentuk 20 Agustus 2015 dan aktif membawakan isu kearifan lokal, petuah zaman dulu, nilai tradisi, dan budaya masa kini.

Identitas Rubah di Selatan diperkuat dengan kolaborasi instrumen etnik dan lirik populer, serta visual yang menampakkan sudut lokal tradisi Indonesia.

Album Anthera memuat 10 nomor lagu dan dirilis perdana melalui platform musik digital pada 1 Februari 2019.
 


(ELG)