Asal Kau Bahagia, Lagu Paling Sering Dinyanyikan di Rumah Karaoke

Cecylia Rura    •    28 Maret 2018 12:47 WIB
musik indonesia
Asal Kau Bahagia, Lagu Paling Sering Dinyanyikan di Rumah Karaoke
Konferensi pers remunerasi atau hak royalti bagi pelaku industri musik dan musisi di Hotel Puri Denpasar, Selasa, 27 Maret 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) merilis daftar lagu dan pelaku industri musik yang meraup keuntungan terbanyak dari royalti yang diterima atas karya mereka yang dikomersilkan periode 2017.

Untuk daftar lagu, Asal Kau Bahagia dari Armada menduduki posisi puncak untuk karya rekaman musik terlaris periode 2017 dengan total dinyanyikan sebanyak 828.560 kali. Angka ini diperoleh dari karya rekaman musik yang diputar oleh pihak-pihak pengguna musik. Dalam hal ini masih dalam perhitungan rumah karaoke.

Selain lagu milik Armada, beberapa lagu lain yang ikut masuk dalam daftar perolehan royalti terbanyak berdasarkan jumlah lagu dinyanyikan di rumah karaoke antara lain lagu Dia (Anji) sebanyak 794.364 kali, Cinta dan Rahasia (Yura Yunita ft. Glenn Fredly) sebanyak 253.157 kali, Kehilangan (Firman) sebanyak 187.868 kali, Perawan atau Janda (Cita Citata) sebanyak 177.281 kali, Pergi Pagi Pulang Pagi (Armada) sebanyak 165.199 kali, Goyang Dumang (Cita Citata) sebanyak 162.206 kali, Andaikan Kau Datang (NOAH) sebanyak 145.781 kali, Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu (Fatin Sidqia) sebanyak 104.760 kali, dan Di Ujung Jalan (Samsons) sebanyak 103.389 kali.

Selain lagu, pelaku musik atau artis secara individu ikut mendapatkan royalti. Dalam daftar 30 artis dan pelaku musik penerima royalti tersebut, nama Anji memimpin di posisi puncak. Disusul beberapa nama musisi dan artis di antaranya Via Vallen, Cita Citata, Tjahjadi, Rizal (Armada), Andhit (Armada), Endra (Armada), Mai (Armada), Radha (Armada), Iwan Fals, Ade (Govinda), Jeje (Govinda), Pasha (Ungu), Enda (Ungu), Makki (Ungu), Rowman (Ungu), Oncy (Ungu), Momo (Geisha), Fatin, Roby (Geisha), Dhan (Geisha), Aan (Geisha), Nard (Geisha), Pance F. Pondaag, Afgan, Tata Janeeta, Yuke Sampurna (Dewa 19), Firman Siagian, Yan Roesly, dan Yura Yunita.

SELMI merupakan lembaga manajemen kolektif yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola penarikan royalti atas hak terkait dari karya rekaman yang digunakan pengguna musik berdasarkan Surat Keputusan Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor. HKU.2-OT 03.01-04 tentang Izin Operasional Lembaga Manajemen Kolektif untuk mengelola penarikan royalti.

SELMI bekerja sama dengan tiga lembaga manajemen kolektif lain yakni Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRINDO), Asosiasi Produser Rekaman Indonesia (ASPRINDO), dan Performers' Rights Society of Indonesia (PRISINDO).

Selain lagu, pihak pelaku industri seperti produser dan artis ikut mendapatkan hak terkait atau royalti atas karya rekaman.

Pendataan ini dipermudah dengan keterlibatan musisi yang turut bergabung menjadi anggota PRISINDO. Sehingga, Koes Hendratmo selaku Ketua PRISINDO mengimbau agar lebih banyak
pelaku industri yang ikut bergabung agar mengetahui berapa banyak royalti yang diperoleh.

"Melalui acara ini kami berharap teman-teman artis, penyanyi, dan pemusik bisa melengkapi lagi data-data. Saat distribusi kami terus terang kesulitan membuat proses invoicing jadi agak sulit, karena invoice perlu dilakukan untuk mendapat royalti dan ditandatangani langsung oleh pihak terkait," papar Koes Hendratmo selaku Ketua PRISINDO di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

Untuk saat ini baru ada 305 anggota yang tergabung dalam PRISINDO.

 


(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA