Ensambel Gitar Klasik Yogyakarta Borong Piala di Kompetisi Tingkat Dunia

Cecylia Rura    •    26 Juni 2018 16:42 WIB
musik indonesiamusik klasik
Ensambel Gitar Klasik Yogyakarta Borong Piala di Kompetisi Tingkat Dunia
Ensambel gitar klasik asal Yogyakarta menjuarai Japan International Ensemble Guitar Festival 2018 (Foto: ist)

Tokyo: Ensambel gitar klasik asal Yogyakarta ikut berlaga dalam kompetisi musik kelas dunia Japan International Ensemble Guitar Festival (JIEGF) ke-30 yang digelar di Tokyo pada 24 Juni 2018. Pengumuman pemenang dilakukan sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Mereka adalah Duo Rocky yang meraih gelar Juara 1 sekaligus penghargaan kategori Best Duo. Kemudian Nocturnal Guitar Quartet meraih Juara 3 dan memenangkan Harumi Award kategori Excellent Performance of a Modern Guitar Piece. Lalu Nabita Guitar Duo memenangkan kategori Best Student Award.

Melalui keterangan pers yang diterima Medcom.id, capaian ini sekaligus membawa nama Indonesia masuk dalam peta gitar klasik Asia. Mereka telah mempersiapkan keberangkatan sejak enam bulan lalu dengan skema latihan mingguan dan konser uji coba. Konser uji coba pertama dilakukan di The Japan Foundation Jakarta 27 April 2018. Konser ujicoba kedua dilakukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta bekerja sama dengan Voca Erudita pada 11 Mei lalu.


Ensambel gitar klasik asal Yogyakarta (Foto: ist.)

Beberapa gitaris muda Indonesia asal Yogyakarta yang tergabung dalam empat ensambel gitar yaitu Nocturnal Guitar Quartet, Duo Rocky, Duo Nabita dan Duo Anantara mewakili Indonesia. Ini pertama kalinya perwakilan Indonesia berlaga sejak 30 tahun JIEGF ini digelar. Keempat kelompok ensambel ini tergabung dalam komunitas Indonesia Classical Guitar Collective. Mereka adalah gitaris-gitaris muda berprestasi dan sudah menunjukkan kebolehannya di berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun regional.

Gelaran JIEGF 30th 2018 merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Japan Guitar Ensemble Association dalam bentuk kompetisi, lokakarya dan festival yang mengundang grup gitar ensamble dari berbagai negara. JIEGF telah menjadi tolok ukur bagi perkembangan musik gitar klasik khususnya Asia. Sebagai ajang yang sangat bergengsi, khususnya bagi ensambel gitar klasik di tingkat Asia, JIEGF menjadi barometer para musisi klasik di tingkat Asia dan juga merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan musisi dan gitaris Indonesia terbaik khususnya gitar klasik.


Ensambel gitar klasik asal Yogyakarta (Foto: ist.)

Dalam tiga dekade terakhir, dunia gitar Indonesia belum mampu menunjukkan prestasi memuaskan dalam kancah gitar klasik dunia. Ketertinggalan Indonesia dari negara Asia lainnya seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia, menggugah para pemain gitar nasional untuk bangkit dan berjaya kembali di kompetisi dunia dan Asia pada khususnya. Dalam upaya mengangkat kembali daya tarik gitar klasik di Indonesia, adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia memiliki musisi muda gitar klasik yang bisa bersaing di kancah internasional.

Setelah perlombaan ini, mereka akan menggelar konser kebudayaan dalam rangka 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo pada 27 Juni 2018. Selain itu, sebuah konser kepulangan akan digelar di Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 2018.


Ensambel gitar klasik asal Yogyakarta di Japan International Ensemble Guitar Festival 2018 (Foto: ist)

Keberhasilan keempat ensambel asal Yogyakarta itu sebagai satu kontingen Indonesia turut didukung oleh sponsor dari pemerintah yakni Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKraf) dan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 FM, serta beberapa BUMN yakni Garuda Indonesia, RNI, dan Phapros dan pihak swasta seperti Toba Bara, Adimitra Baratama Nusantara, Sekar Lima, Jojonomic dan lembaga The Japan Foundation Jakarta.



 


(ELG)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

6 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA